This article aims to answer how abortion law for women victims of rape from the perspective of the Syafi’i school comprehensively and the factors that influence women victims of rape to perform abortions. The type of research used in this research is the type of normative research or library research. This research approach uses qualitative descriptive in which the researcher describes the research data in words or analyzes to obtain conclusions. The results found include: First, abortions performed after the blowing of illicit spirits are performed based on the fuqaha agreement. While abortions do before the blowing of the essence, there are differences of opinion. The scholars of the Shafi’i school who do not allow it are Imam Al Ghazali in his book “Al-Ihya al-Ulumuddin,” Ibn Hajar in his book “at-Tuhfah.” As for the Shafi’i schools that would enable it, namely Imam ar-Romli from his book “Nihayatul Muhtaj” and Imam Subkhi. Second, the factors that affect women rape victims can be classified as psychological, social, and economic. Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana hukum aborsi bagi perempuan korban pemerkosaan perspektif mazhab Syafi’i secara komprehensif dan apa saja faktorfaktor yang mempengaruhi perempuan korban pemerkosaan melakukan aborsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif atau penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, peneliti menggambarkan data hasil penelitian berbentuk narasi atau menganalisa untuk memperoleh kesimpulan. Hasil yang ditemukan meliputi: Pertama, aborsi yang dilakukan setelah peniupan ruh haram dilakukan berdasarkan kesepakatan fuqoha’. Sedangkan aborsi yang dilakukan sebelum peniupan ruh terdapat perbedaan pendapat. Ulama’ mazhab Syafi’i yang tidak membolehkan yaitu Imam Al Ghazali dalam kitabnya “Al-Ihya al-Ulumuddin”, Ibnu Hajar dalam kitabnya “at-Tuhfah”. Adapun dari kalangan mazhab Syafi’i yang membolehkan yaitu Imam ar-Romli dari dalam kitabnya “Nihayatul Muhtaj”, serta Imam Subkhi. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi perempuan korban pemerkosaan dapat diklasifikasikan pada segi psikologi, sosial, dan ekonomi