Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ADAPTASI AUSTRALIAN COMMUNITY PARTICIPATION QUESTIONNAIRE (ACPQ) UNTUK MENGANALISIS TINGKAT PARTISIPASI SOSIAL LANSIA Wahyuni, Endang Sri; Arifiati , Retna Febri
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i2.367

Abstract

Latar belakang: Pesatnya peningkatan jumlah lansia, menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan lansia pada aspek kesehatan dan sosial. Resiko kesepian, kurangnya hubungan dengan lingkungan, partisipasi dan isolasi sosial pada lansia, merupakan salah satu tantangan yang sangat sering terjadi namun seringkali diabaikan. Sejauh ini, belum ada ketentuan pasti dalam menentukan penilaian/pengukuran kemampuan partisipasi sosial pada lansia meskipun terdapat beberapa domain yang dapat digunakan untuk mengukur keterlibatan lansia dalam berbagai aktivitas di lingkungan maupun komunitasnya. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan partisipasi sosial lansia adalah Australian Community Participation Questionnaire (ACPQ). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengadaptasi instrument ACPQ guna mendapatkan alat ukur yang valid dan reliabel sesuai dengan konteks budaya yang ada di Indonesia. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas instrument. Rancangan uji validitas dan reliabilitas menggunakan uji person-product moment dan Cronbach's alpha berdasarkan standarisasi item. Jumlah pertanyaan sebanyak 15, dengan subjek penelitian 41 orang yang dipilih secara purposive sampling. Hasil: Subjek penelitian mayoritas berada pada kelompok usia lanjut usia (60–74 tahun) sebanyak 73,2% (30 subjek), berjenis kelamin perempuan sebanyak 32 subjek (78%). Nilai uji validitas konstruk > 0,301 dengan ρ < 0,05. Nilai koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,781 dengan Cronbach's Alpha pada setiap item pertanyaan bernilai di atas 0,700. Kesimpulan: Semua item pertanyaan (15 item) valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan partisipasi sosial pada lansia.
OPTIMALISASI PEMAHAMAN PENTINGNYA LATIHAN FISIK BAGI LANSIA UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SOSIAL DI MASYARAKAT Wahyuni , Endang Sri; Arifiati , Retna Febri
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v2i2.371

Abstract

Triple burden masih menjadi masalah dan tantangan besar yang harus segera diselesaikan. Salah satunya adalah timbulnya beberapa masalah akibat aging. Namun, banyak lansia yang belum mengetahui dan memahami permasalahan dan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga perlu dikembangkan pelayanan kesehatan berbasis peningkatan pemahaman, pencegahan, pemeliharaan, penyembuhan, dan pemulihan kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan lansia. Adapun langkah konkrit yang dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatan derajat kesehatan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat adalah dengan memanfaatkan Posyandu Lansia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang pentingnya Latihan fisk bagi kesehatan dan partisipasi sosialnya di masyarakat.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN OKUPASIONAL LANSIA MELALUI INTERVENSI AKTIVITAS BERMAKNA BERBASIS KOMUNITAS Wahyuni, Endang Sri; Arifiati , Retna Febri; Haryanti, Haryanti
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i2.1766

Abstract

Background: Indonesia’s ageing population demands proactive strategies to preserve older adults’ quality of life, particularly in maintaining occupational independence, which often declines due to physical limitations, social isolation, and inadequate access to community-based rehabilitation. This community service aimed to enhance the understanding and participation of older adults in occupational independence through a culturally grounded, meaningful activity program in Kersan Brintikan Hamlet, Tirtomartani Village, Kalasan Subdistrict, Sleman Regency. Methods: A pre–post-test counselling design was employed with 52 participants (46 older adults and 6 elderly health cadres). The intervention included health screening, morning walking, anti-hypertension exercise, occupational therapy services, and interactive health education using visual media. A structured questionnaire comprising 10 closed-ended items was administered before and after the session to assess changes in knowledge. Results: Most participants were in the pre-elderly age group (64.3%), nearly gender-balanced (48.1% male, 51.9% female), and moderately to highly educated (78.7% senior high school or above). The mean understanding score significantly increased from 4.75 (pre-test) to 9.33 (post-test), while the standard deviation decreased from 1.064 to 0.857, indicating a homogeneous and substantial improvement in comprehension across participants. Conclusion: A participatory, contextually relevant program combining health promotion and meaningful occupational activities effectively enhances awareness of occupational independence among older adults. For sustainability, follow-up sessions, cadre capacity building, and inclusive outreach to older and male elders are recommended to support active ageing in the community.