Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hukum Kedudukan Tanah Adat di Papua Absari M. J. Welang; Yoan B. Runtunuwu; Henry N. Lumenta
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Juni : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i2.5795

Abstract

The main objective of this study is to determine the legal strength of the status of customary land rights in Papua and how to resolve conflicts that occur in Papua. This study uses normative legal research. The results of this study indicate that customary land in Papua has legal force recognized by various regulations, but in practice there is often confiscation without a legal mechanism due to weak law enforcement and overlapping claims. Conflict resolution is recommended through non-litigation channels such as mediation and customary consultation, with litigation as a last resort. The government needs to strengthen the protection of customary rights, map customary areas, and prioritize a deliberation approach in resolving disputes by forming a special team involving customary law experts, anthropologists, and community leaders to maintain justice for indigenous peoples.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENULISAN AKTA NOTARIS DALAMSELA-SELA KOSONG BUKU Esther Tessalonika Putrigrace Liuw; Marven A. Kasenda; Henry N. Lumenta
Journal of Golden Generation Legal Science Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026 : Journal of Golden Generation Legal Science
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggls.v2i1.426

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara yuridis praktik penulisan akta notaris dalam sela-sela kosong buku akta ditinjau dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Permasalahan yang diangkat adalah apakah penulisan akta pada sela-sela kosong memenuhi syarat formal sebagai akta otentik serta apa akibat hukum yang timbul terhadap akta dan tanggung jawab notaris. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menganalisis Undang-Undang Jabatan Notaris, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, serta doktrin dan pendapat para ahli hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulisan akta notaris dalam sela-sela kosong buku akta tidak sesuai dengan ketentuan formal pembuatan akta sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris dan Pasal 1868 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Akta yang tidak dicatatkan secara tertib dan berurutan berpotensi kehilangan sifat keotentikannya dan kekuatan pembuktiannya dapat terdegradasi menjadi akta di bawah tangan.