Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang membentuk kelompok dengan teman sebayanya karena sering terpengaruh oleh ajakan temannya, Adanya peserta didik menerima ajakan untuk membuat kelompok, karena mereka berharap tetap dapat diterima dan tidak ditolak, adanya peserta didik yang memeras uang temannya, adanya peserta didik kurang mendapatkan perhatian dari keluarga dan orang di sekitar, dan adanya peserta didik ingin dianggap populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Konformitas teman sebaya pada peserta didik Kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera, 2) Perilaku Bullying peseta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera, 3) Hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera yang berjumlah 387 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu sebanyak 104 orang peserta didik yang menjadi sampel penelitian. Alat pengumpulan datanya yaitu angket dan juga teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) konformitas teman sebaya peserta didik di SMA Negeri 1 Sutera berada pada kategori tinggi. 2) perilaku bullying peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera berada pada kategori cukup tinggi. Terdapat hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera dengan koefisien korelasi cukup lemah dengan nilai 0,252. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada peserta didik untuk melihat aspek dalam konformitas teman sebaya yaitu kekompakan, kesepakatan, ketaatan dan keterikatan pada penilaian bebas. Sebaliknya dapat dilihat juga pada aspek perilaku bullying yaitu bullying fisik, bullying verbal, bullying relasi sosial dan bullying elektronik.