Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada seluruh sektor vital, termasuk sektor pariwisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu aktivitas kegiatan pariwisata yang terdampak adalah usaha desa wisata. Dampak adanya Covid-19 bagi desa wisata adalah penurunan jumlah kunjungan wisatawan bahkan dalam waktu tertentu bisa terjadi tidak ada kunjungan beberapa bulan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengemukakan strategi pengembangan desa wisata Ketingan, Pentingsari, dan Pulesari. Beberapa masalah yang ada di lokasi studi selain adanya dampak Covid-19, antara lain: keterbatasan sarana prasarana pendukung pariwisata, rendahnya kualitas sumberdaya manusia, minimnya komunikasi internal, dan belum menjadi prioritas pengembangan desa wisata bagi masyarakat karena dianggap sebagai sambilan saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun sumber data yang diperoleh melalui survei lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian di tiga lokasi studi diperlukannya pengembangan desa wisata, baik secara teknis maupun manajemen. Adapun strategi pengembangan yang bisa diusulkan, yaitu: menjalin komunikasi dan kerjasama dengan lembaga lain baik sektor publik maupun privat, penguatan komunikasi internal maupun eksternal, membuat alternatif atraksi wisata sebagai bentuk peningkatan daya saing wisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, promosi online menggunakan media sosial dan offline, dan tiap desa direkomendasikan pembentukan BUMDesa bidang wisata lokal. Hal ini ditujukan untuk peningkatan pendapatan masyarakat dari aktivitas desa wisata sehingga terjadinya kenaikan kesejahteraan.