Nurfianti, Febrika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVITALISASI PROFESI AKUNTAN MELALUI DIGITALISASI AKUNTANSI Nurfianti, Febrika; Oktavia, Uci; Kustiwi, Irda Agustin
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/neraca.v2i1.671

Abstract

Revitalisasi profesi akuntan melalui digitalisasi akuntansi merupakan suatu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan relevansi peran akuntan dalam era teknologi informasi. Perkembangan teknologi telah mengubah lanskap bisnis secara signifikan, mendorong kebutuhan akan adaptasi dan inovasi dalam praktik akuntansi. Digitalisasi akuntansi tidak hanya mempercepat proses pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi juga membuka peluang baru untuk analisis data yang lebih mendalam. Dengan adopsi teknologi, akuntan dapat memanfaatkan perangkat lunak akuntansi terbaru untuk mengotomatiskan tugas-tugas rutin, meminimalkan kesalahan, dan meningkatkan akurasi data. Selain itu, digitalisasi memungkinkan akuntan untuk fokus pada analisis strategis, interpretasi data, dan memberikan saran berharga kepada pemangku kepentingan bisnis. Selain itu, kolaborasi antara akuntan dan profesional teknologi informasi menjadi semakin penting untuk menciptakan solusi yang terintegrasi dan inovatif. Revitalisasi ini juga mencakup pengembangan keterampilan baru bagi para akuntan, seperti pemahaman mendalam tentang keamanan informasi dan analisis big data. Dengan menjawab tantangan ini, akuntan dapat menjaga relevansi mereka dalam dunia bisnis yang terus berubah. Melalui digitalisasi akuntansi, profesi akuntan dapat mengoptimalkan potensinya sebagai penasihat strategis, membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih baik, dan mencapai tujuan bisnis jangka panjang. Dengan demikian, revitalisasi profesi akuntan melalui digitalisasi akuntansi bukan hanya langkah menuju efisiensi operasional, tetapi juga investasi dalam masa depan yang penuh peluang.
Pengaruh Likuiditas Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Nurfianti, Febrika; Sutjahyani, Dewi
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jemb.v5i1.4231

Abstract

This study examines pharmaceutical companies—business entities engaged in the research, development, production, and distribution of medicines, vaccines, supplements, and other healthcare products—listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2024 period. The study aims to analyze the effect of liquidity and leverage on firm value, with profitability serving as an intervening variable. The analysis using the PLS-SEM method indicates that: (1) liquidity has no significant effect on profitability; (2) leverage has a negative and significant effect on profitability; (3) liquidity has no significant effect on firm value; (4) leverage has no significant direct effect on firm value; (5) profitability has no significant effect on firm value; and (6) profitability does not mediate the relationship between liquidity and leverage and firm value. These findings indicate that in the context of the Indonesian pharmaceutical industry, investor valuation is not based solely on historical profit performance or short-term liquidity conditions. Investors tend to place greater emphasis on long-term strategic factors unique to the pharmaceutical sector, such as research and development (R&D) pipelines, product portfolio strength, market expansion strategies, and resilience to regulatory environments. The implications suggest that pharmaceutical company management should be more cautious in taking on debt due to its negative impact on profitability and should more actively communicate long-term strategies and non-financial value drivers to the market.