Peran strategis dari UMKM untuk ekonomi Indonesia dilihat dari kontribusi terhadap PDB sebesar 60,5% dengan 64% perempuan menjadi pelaku utamanya. UMKM juga menyerap sebesar 96,7% tenaga kerja. Di Banyumas, perempuan memiliki kontribusi pendapatan tertinggi dibandingkan kabupaten sekitarnya. Meskipun jumlah UMKM perempuan terus meningkat dalam lima tahun terakhir, termasuk saat pandemi, mereka menghadapi tantangan berupa keterbatasan penerapan transformasi digital, rendahnya literasi keuangan, serta orientasi pasar yang belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh transformasi digital, literasi keuangan, dan orientasi pasar terhadap kinerja UMKM perempuan di Banyumas. Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan perspektif Resource-Based View (RBV) yang menekankan kapabilitas internal usaha melalui transformasi digital dan literasi keuangan sebagai sumber daya strategis, dengan Market Orientation Theory yang menyoroti kemampuan merespons kebutuhan pasar sebagai determinan keunggulan kompetitif. Pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling melalui kuesioner, serta analisis data menggunakan SEM berbasis PLS digunakan sebagai metodennya. Hasil menunjukkan transformasi digital, literasi keuangan, dan orientasi pasar berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja UMKM perempuan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas digital, pemahaman keuangan, dan strategi berorientasi pasar sebagai langkah strategis dalam bersaing dengan kompetitor sehingga meningkatkan keberlanjutan UMKM perempuan di Banyumas.