Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kompres Bawang Merah terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Pasien Demam Thypoid di RS PKU Muhammadiyah Gombong Harnani, Nur Maulita; Andri, Irmawan; Utoyo, Bambang
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan Latar Belakang: Demam merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh diatas normal. Rentang suhu tubuh seseorang dikatakan hipotermi <36,5°C, normal 36,5°C - 37,5°C , dan dikatakan hipertermi >37,5°C . Demam thypoid merupakan salah satu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Cara menurunkan dan mengontrol demam dapat dilakukan dengan metode konduksi dan evaporasi yaitu salah satunya dengan kompres hangat. Kompres hangat yang dilakukan menggunakan metode inovasi yaitu dikombinasikan dengan bawang merah. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien demam thypoid di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif, desain quasi- eksperimen, pretest- posttest with control group design, pengambilan sampel consecutive sampling, jumlah sampel 38 yang dibagi menjadi dua kelompok masing- masing 19 responden, analisis menggunakan uji paired t- test. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa pada kelompok kompres bawang merah rata- rata suhu tubuh sebelum kompres bawang merah 37,8°C dan setelah kompres bawang merah 37,4°C. Dengan nilai signifikan p value (0,000) p<0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien demam thypoid. Saran: Memberikan informasi dan referensi ilmu pengetahuan dalam penanganan terapi nonfarmakologi untuk menurunkan suhu tubuh agar tidak selalu bergantung pada terapi farmakologi.
Pengaruh Aerobic Low Impact : Senam Tera Pada Penderita Hipertensi Stage 1 Gombong Yuda, Hendri Tamara; Susilo, Yohanes Feriga; Andri, Irmawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2018), prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran penduduk usia 18 tahun keatas, Indonesia sebesar 34,1%, untuk provinsi Jawa Tengah sebesar 37,5%. Berdasarkan profil kesehatan kabupaten Kebumen (2018), kabupaten kebumen dengan jumlah penduduk 1.195.092 jiwa dan kasus hipertensisebanyak 23.735 kasus. Berdasarkan data dari Puskesmas Gombong I Kabupaten Kebumen, dengan jumlah penduduk wilayah tersebut sebanyak 4.644 jiwa didapatkan hasil 558 (12,01%) penduduk memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan terapi aktivitas fisik aerobic low impact: senam tera. Mengetahui pengaruh serta keefektifan dari Aerobic Low Impact: Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Gombong I. Penelitian ini adalah jenis penelitian quasy eksperimen pre test-post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan 56 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stetoskop, sphygmomanometer, serta lembar pemeriksaan tekanan darah. Hasil penelitian didapatkan tekanan darah sistolik sebelum perlakuan kelompok intervensi dan kontrol 78,26% pada rentan 140-160, tekanan darah diastolik sebelum perlakuan kelompok intervensi 53,57% pada rentan 80- 90 dan kelompok kontrol 64,29% pada rentan 80-90. Tekanan darah sistolik sesudah perlakuan pada kelompok intervensi mengalami perubahan hasil persentase 57,14% pada rentan 120-140 sedangkan kelompok kontrol pasih pada rentan 140-160 dengan persentase 78,57%, tekanan darah diastolik sesudah perlakuan kelompok intervensi 96,53% pada rentan 80-90 dan kelompok kontrol 57,14% pada rentan 80-90. Dari analisa data menggunakan Uji Independent Sample T-Test memiliki perbedaan yang signifikan, hasil signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya adanya pengaruh Aerobic Low Impact: Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Gombong I. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh Aerobic Low Impact: Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Gombong I. Kepada peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel lain untuk membandingkan tingkat pengaruh dan kefektifannya dengan Aerobic Low Impact: Senam Tera.
HUBUNGAN AKTIFITAS SEDENTARY DENGAN SIRKULASI KAKI PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO Hernianti, Hernianti; Andri, Irmawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG Skripsi, November 2023 Hernianti1), Irmawan Andri Nugroho2) Hernianti56@gmail.com ABSTRAK HUBUNGAN AKTIFITAS SEDENTARY DENGAN SIRKULASI KAKI PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penurunan kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin, sehingga dapat menyebabkan komplikasi Peripheral Artelry Diselasel (PAD) dan dapat menurunkan sirkulasi darah pada kaki. Aktifitas sedentary merupakan aktifitas fisik yang rendah dan menetap yang dapat mengurangi metabolisme karbohirat sehingga mengurangi fungsi pembuluh darah. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan aktifitas sedentary dengan sirkulasi kaki pasien diabetes mellitus di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan Cross sectional, dengan jumlah sampel 63 responden. Uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi spearman. Hasil penelitian: hasil penelitian menunjukkah adanya hubungan aktiftas sedentary dengan sirkulasi kaki pasien diabetes mellitus di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, dengan p value sebesar 0,001 yang menunjukan berkorelasi dengan variable yang lain. Adapun hasil analisis 0,706 yang menandakan korelasi kedua variabel hubungan yang kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktifitas sedentary dengan sirkulasi kaki pasien diabetes mellitus. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya : Diharapkan penelitian selanjutnya untuk mempergunakan waktu dan tenaga seefisien mungkin serta melibatkan keluarga dalam penelitian. Kata kunci : Aktifitas sedentary, Sirkulasi kaki pasien diabetes mellitus. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gombong Dosen Universitas Muhammadiyah Gombong "
Understanding the Psychosocial Roots of Adolescent Self-Harm: Findings from a Descriptive Cross-Sectional Study in Indonesia Agustin, Ike Mardianti; Sumarsih, Tri; Andri, Irmawan; Mutoharoh, Siti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.8691

Abstract

Introduction: Self-harm or torturing oneself by intentionally injuring or cutting which is done to relieve the suffering felt. Self-harm behavior is often done by teenagers who are followed by mental health disorders such as symptoms of depression and anxiety. The purpose of this research analyzing predisposing factors of self-harm in adolescence at SMA N 1 Pejagoan. Methods: This study employed a quantitative research using descriptive analytic method with cross sectional approach, sampling using proportional random sampling. The number of samples in this study were 285 adolescents at SMA N 1 Pejagoan. Using 2 questionnaires to determine self-harm behavior using (self-harm inventory instrument) and to determine predisposing factors of self-harm using a predisposing factor screening instrument which has been declared valid, The validity tests indicated that all variables were statistically significant with P-values of <0.001, confirming that the instruments accurately measured their respective constructs and reliable was assessed using Cronbach’s alpha with p-value 0.769 and 0.784. Data analysis using Descriptive statistics were applied for univariate analysis to summarize demographic characteristics and study variables. Results: The results of this study were 271 (95.1%) respondents included in the Self-Harm Group and 14 (4.9%) respondents included in the non Self-Harm group. The majority of predisposing factors causing self-harm behavior were biological with a low category of 138 (48.4%) respondents, for psychological factors the majority were in the medium category of 186 respondents (65.3%) and for socio-cultural predisposing factors the majority were in the low category of 209 (73.3%) respondents. Conclusion: The majority of teenagers are in the self-harm group as many as 271 (95.2%). The biological predisposition factors are mostly in the low risk category as many as 138 (48.4%) respondents, the psychological factors are mostly in the medium risk category as many as 186 (65.3%) respondents and the socio-cultural predisposition factors are mostly in the low category as many as 209 (73.3%) respondents. The results of this study are expected to be a reference material for the need to include mental health material in the school curriculum and recommend further research on the analysis of screening factors predisposing to self-harm in adolescents at SMA N 1 Pejagoan.