Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Pembelajaran Komik Siaga Bencana (Kosiba) dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir pada Siswa Mi Muhammadiyah Mujur Lor Utami, Fina Dwi; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Yuniar, Isma
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia yang disebabkan karena faktor alam dan non alam. Melalui edukasi kebencanaan menggunakan media Komik Siaga Bencana di sekolah siswa dapat memahami tentang pengetahuan dan tindakan apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana pada siswa usia 10-12 tahun. Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Komik Siaga Bencana (KOSIBA) terhadap Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir pada Siswa MI Muhammadiyah Mujur Lor. Penelitian ini menggunakan design penelitian quasy eksperiment one group pre-test – post-test design. Jumlah sampel sebanyak 45 responden, dengan treatment intervensi diberikan edukasi menggunakan media komik siaga bencana (KOSIBA) dengan waktu 60 menit. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon. Sebagian besar siswa yang mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 24 siswa dengan rata-rata peningkatan sebesar 14.52, Sedangkan siswa yang mengalami peningkatan kesiapsiagaan bencana banjir sebanyak 30 siswa dengan rata-rata peningkatan sebesar 19.83. Dengan demikian terdapat pengaruh sebelum dan sesudah diedukasi dengan nilai signifikansi 0.004 atau p < 0.05 dan kesiapsiagaan tentang bencana banjir dengan hasil nilai signifikansi 0.000 atau p < 0.05. Terdapat pengaruh Media Komik Siaga Bencana (KOSIBA) terhadap pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa MI Muhammadiyah Mujur Lor. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan KOSIBAsebagai referensi dalam mengembangkan bentuk-bentuk media pembelajaran lain tentang kesiapsiagaan bencana.
Indonesia’s Digital Financial and Economic Transformation Through Digitalize Redenomination Kumaeroh, Silvia Puspa; Sandy, Muhammad Ayesha Arif; Septenta, Muhammad Ikhwanurrohiim; Utami, Fina Dwi; Parasetya, Mutiara Tresna
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 5, No 1 (2021): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v5i1.62077

Abstract

The financial sector plays an important role in the economy and continues to develop. Some central banks are actively exploring the initiation of digital currency that will become a legal tender [6]. This digital currency is known as the Central Bank Digital Currency (CBDC). Apart from the technological aspect, the CBDC must also be supported by the efficient value of the rupiah denomination. Therefore, it is necessary to simplify the number of digits in the rupiah denomination with a redenomination policy. The implementation of the two policies separately will take a long time in the formulation process. This research comes up with a new concept called "Digitalize Redenomination". This concept that has never existed in previous studies integrates both redenomination policy and CBDC at the same time. The research methods are both qualitative and quantitative. The qualitative method is done by analyzing literature study data and interviews with Bank Indonesia and economists. While the quantitative method is done by analyzing questionnaire data of the public. From this research, it is concluded that the current condition of the financial system in Indonesia has entered the era of digital transformation and at the same time, Indonesia also needs to simplify the rupiah denomination. The Digitalize Redenomination mechanism has the potential to be applied in Indonesia. However, the application of this concept cannot be implemented until the national economic condition is stable. After the economy is stable, the government can review this concept to be implemented in Indonesia.