Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN PENGARUH INTERVAL TRAINING DAN CONTINOUOS RUN TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA ATLET TAEKWONDO Khotimah, Siti; Kurniawan, Pratama Haris
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perubahan gaya hidup menyebabkan orang cenderung lebih statis, kurang beraktivitas secara fisik, dan sering bermalas-malasan, sehingga tingkat kebugaran jasmani mereka menurun. Atlet yang memiliki VO2Max yang kurang baik akan terlihat pada saat pertandingan, pemain tersebut akan sering mengalami penurunan stamina, kekuatan dan konsentrasi, serta tidak banyak juga melakukan kesalahan mendasar yang bisa merugikan dirinya sebagai atlet. Interval Training training memberikan dampak pada pembuangan metabolisme dari otot selama periode istirahat yang menyebabkan terjadi peningkatan konsumsi oksigen saat latihan dan terjadi peningkatan VO2Max sedangkan continuous run adalah latihan yang dilaksanakan setiap atlet yang diberikan program lari tanpa berhenti dilakukan terus menerus serta tidak ada waktu istirahat. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan pengaruh Interval Training dan continuous run terhadap peningkatan VO2Max atlet taekwondo. Metode: Eksperimental dengan pendekatan quasi experiment melakukan perlakuan pre dan post test two group design, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sample berjumlah 30 orang dengan program latihan 3x seminggu selama 4 minggu. Instrument penelitian menggunakan cooper test, serta analisis data yang digunakan adalah uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil: Uji kelompok I menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Interval Training terhadap peningkatan VO2Max atlet taekwondo (p=0,00 p<0,05). Untuk uji kelompok II menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh continuous run terhadap peningkatan VO2Max atlet taekwondo (p=0,00 p<0,05). Uji hipotesis III menggunakan independent sample t-test menunjukkan bahwa Interval Training lebih berpengaruh dari continuous run terhadap peningkatan VO2Max atlet taekwondo (P=0,00 P<0,05). Simpulan: Adanya perbedaan pengaruh antara Interval Training dan continuous run terhadap peningkatan VO2Max pada atlet taekwondo. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan analisis terkait gizi dan aktivitas fisik dalam meningkatkan VO2Max.