The aim of this research is to describe the sins of babies according to pelagianism versus Calvinism and implicationsfor the understanding of Toraja church members, Immanuel Enrekang congregation. Based on the objektives to be achieved in this paper, the method used is a qualitative research method in descriptive form and in taking samples using snowball sampling. The results of this author’s findings show that the congregation members’ understanding of the sins of babies is twofold. First, some members of the congregation understand that babies are holy and not sinful because they are not capablr of doing anything, the same as the understanding of pelagianism. Secondly, some members of the congregation understand that babies are sinful because there is a sinful nature in them, the same as the understanding of Calvinism. However, in this case the members of the congragtion do not fully understand inherited sin which AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dosa bayi menurut paham pelagianisme versus calvinisme dan implikasinya bagi pemahaman warga Gereja Toraja Jemaat Imanuel Enrekang. Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dalam tulisan ini, maka metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dalam bentuk deskriptif dan dalam pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Adapun hasil temuan dari penulisan ini menunjukkan pemahaman warga jemaat tentang dosa bayi ada dua. Pertama, beberapa warga jemaat memahami bahwa bayi itu suci dan tidak berdosa karena belum mampu melakukan sesuatu, sama dengan pemahaman Pelagianisme. Kedua, beberapa warga jemaat memahami bahwa bayi itu berdosa karena ada natur dosa dalam dirinya, sama dengan pemahaman Calvinisme. Akan tetapi, dalam hal ini warga jemaat belum memahami secara tuntas akan dosa warisan yang merupakan kutuk murka Allah oleh karena dosa yang dilakukan Adam.