Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOTA PEMATANGSIANTAR MASA REFORMASI: STUDY KASUS HOTEL BERDARAH (OKTOBER 1945) SEBAGAI BAHAN AJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI Sinurat, Roulina Anasthasya; Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.97

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana perjuangan rakyat Pematangsiantar dalam melakukan perlawanan bangsa Belanda di Kota Pematangsiantar yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini berupa metode kualitatif deskriptif. Hasil dan penelitian kali ini menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Siantar melawan serangan Belanda tahun 1945 di Kota Pematangsiantar merupakan salah satu bentuk reaksi masyarakat terhadap penyerangan oleh Belanda yang menyulitkan bangsa. Perjuangan masyarakat Siantar dalam melawan bangsa Belanda tahun 1945 dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah lokal Kota Pematangsiantar dan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah bagi peserta didik karena materi ini berkaitan erat dengan lingkungan yang ditinggali, sehigga nilai-nilai perjuangan yang dilakukan rakyat Siantar dapat membantu membangkitkan semangat perjuangan dan pembentukan karakter nasionalisme bagi kaum muda.
Peran Marga dalam Pelaksanaan Martonggo Raja pada Pesta Unjuk dalam Adat Batak Toba Sinurat, Roulina Anasthasya; Siregar, Vivit Herawaty
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4122

Abstract

Masyarakat Batak Toba memiliki sistem adat dan kekerabatan yang kuat, di mana marga memegang peranan penting dalam setiap pelaksanaan upacara adat, termasuk pesta unjuk. Salah satu tahapan penting dalam pesta unjuk adalah Martonggo Raja, yaitu musyawarah adat yang melibatkan hula-hula, dongan tubu, dan boru untuk merencanakan serta menetapkan rangkaian pelaksanaan adat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran marga dalam pelaksanaan Martonggo Raja pada pesta unjuk dalam adat Batak Toba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marga berperan sentral dalam pembagian tugas, pengambilan keputusan adat, serta menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial berdasarkan sistem Dalihan Na Tolu.