Putro , Eko Adi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU BK DALAM MENGATASI QUARTER LIFE CRISIS MELALUI KONSELING INDIVIDUAL DENGAN TEKNIK EMPTY CHAIR PADA SISWA Mayasari, Devi Amanda; Suryanti , Hera Heru Sri; Putro , Eko Adi
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi quarter life crisis melalui konseling individual dengan teknik empty chair pada siswa kelas XII di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, Subyek dalam penelitian ini adalah satu siswa kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga 3. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang dilakukan dengan meniliti suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat yang dilakukan secara mendalam untuk mengkaji latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi. Teknik analisis data yang digunakan adalah interactive component terdiri dari empat komponen utama, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi/pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk mengkaji keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar bahwa pelaksanaan konseling individu pada siswa quarter life crisis sudah terlaksana dengan baik. Upaya Guru BK berperan dalam melaksanakan konseling individual dengan teknik Empty Chair dalam mengatasi Quarter Life Crisis pada siswa H.N.M dengan pendekatan Gestalt yaitu memaikan peran dengan kursi kosong. Hasil yang diperoleh siswa mampu mengeksplorasi perasaan, keyakinan, dan perubahan emosi dalam dirinya serta mampu menentukan rencana masa depan dengan baik sehingga siswa quarter life crisis dapat teratasi. Siswa lebih yakin terhadap dirinya sendiri jika dia bisa menjadi orang yang sukses dimasa depan.
PERAN GURU BK DALAM MEMBERIKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG BAHAYA BODY DYSMORPHIC DISORDER MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL Marshela, Aldila Ajeng Santika; Suryani , Hera Heru Sri; Putro , Eko Adi
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran guru BK dalam memberikan pemahaman siswa tentang bahaya Body Dsymorphic Disorder melalui layanan informasi dengan menggunakan media visual pada siswa kelas XI-F3 MAN 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penenlitian ini adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis dari data tersebut yaitu dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun langkah yang ditempuh dalam menganalisis yaitu dengan cara menyusun data, menghubungkan data, mereduksi, menyajikan data dan kemudian disimpulkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan layanan informasi media visual pada siswa kelas XI-F3 MAN 1 Surakarta dapat memberikan pemahaman mengenai pengertian Body Dsymorphic Disorder, ciri-ciri Body Dsymorphic Disorder, faktor penyebab terjadinya Body Dsymorphic Disorder, dan cara mengatasi Body Dsymorphic Disorder karena dalam pelaksanaannya siswa aktif bertanya dan menanggapi atau memberikan masukan dalam materi yang disampaikan. Peran guru BK dalam memberikan layanan informasi dengan media visual yang diberikan pada siswa kelas XI-F3 MAN 1 Surakarta memberikan suasana yang berbeda dalam proses pemberian layanan informasi yang membuat siswa semangat dan memahami apa informasi yang disampaikan dengan penguatan materi yang diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling