Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Batas Kritis Fosfor untuk Pertumbuhan Bawang Merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Nadalia, Desi; Sulistiono, Muhammad Ramadhan Fauzi; Hartono, Arief
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.40-47

Abstract

Intensifikasi pemupukan yang berimbang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu bawang merah dan produksi guna memenuhi permintaan pasar. Guna mencapai hasil panen yang optimal, ketersediaan fosfor (P) tanah harus berada di atas tingkat kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan batas kritis hara P dan menentukan pengekstrak terbaik di antara Bray 1, Olsen, Mehlich I, dan HCl 25% serta mengevaluasi pengaruh pemupukan P terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penentuan batas kritis P di tanah dilakukan dengan mengekstrak P tanah dari 16 lokasi yang tersebar di Kabupaten Brebes. Pemupukan P dilakukan dengan pemberian larutan KH2PO4 sebanyak 0, ½X, X, dan 2X dimana X adalah dosis pupuk P anjuran dalam bentuk P2O5sebesar 120 kg ha-1. Tanaman dipanen biomasanya berumur enam minggu setelah tanam. Batas kritis P tanah ditetapkan menggunakan metode Cate dan Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap ekstraksi P memiliki nilai koefisien korelasi berbeda yang dipengaruhi oleh pengekstraknya. Koefisien korelasi antara kandungan hara P tanah yang diekstrak menggunakan metode Bray 1, Olsen, Mehlich I, dan HCl 25% dengan bobot kering tanaman berturut-turut adalah 0,630, 0,341, 0,821, dan -0.089. Nilai korelasi untuk metode Bray 1 dan Mehlich 1 dengan bobot kering tanaman secara statistik berturut-turut nyata dan sangat nyata. Batas kritis kandungan P tanah untuk mencapai 90% produksi relatif bawang merah di kabupaten Brebes tersebut berdasarkan metode Bray 1 dan Mehlich 1 yaitu 40 ppm P. Pengekstrak P tanah di Brebes yang paling baik adalah Mehlich 1. Pemupukan disarankan pada tanah-tanah dengan kadar P tanah kurang atau sama dengan 40 ppm P.
Biochar of coal reject waste from coal mines, and its combination with chicken manure as an ameliorant material to increase rice paddy productivity Sulistiono, Muhammad Ramadhan Fauzi; Hartono, Arief; Pulunggono, Heru Bagus
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 3 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.133.10429

Abstract

Increasing coal production each year has led to more coal rejects, which become mining waste and are generally unused, potentially causing long-term environmental problems. Research on its use as a soil conditioner is still limited, and no studies have specifically developed pyrolysis coal rejects into biochar combined with chicken manure to increase rice productivity. This study aimed to elucidate the effects of applying coal reject biochar and chicken manure on rice growth and production, as well as on soil chemical properties in Karawang Regency. This study compared coal reject and chicken manure (RCCM) with coal reject biochar and chicken manure (RCBCM) at doses of 0 (control), 5, 10, 20, and 40 t ha-1 using a split-plot design. The results showed an increase in pH and organic C with increasing dose. The RCBCM plot had a higher organic C value than the RCCM. In addition, RCBCM produced 3.97 kg of harvested dry paddy per plot, respectively, which was higher than RCCM 3.51 kg. On a hectare scale, RCBCM produced 6.35 t ha?¹ of harvested dry paddy, while RCCM produced 5.617 t ha?¹, respectively. The 20 t ha?¹ dose produced 3.78 kg of harvested dry paddy per plot or 6.06 t ha?¹. This was not significantly different from that of a 40 t ha?¹ dose, which produced 4.96 kg per plot or 7.93 t ha?¹. Therefore, the 20 t ha-1 dose was recommended as the optimal dose.