Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Research Trends on Guided Inquiry Models to Improve Students' Critical Thinking Skills in Science Learning: A Bibliometric Analysis Putri, Windiarti Pratiwi
International Journal of Science Education and Science Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/ijses.v2i1.259

Abstract

This research explores the influence of guided inquiry through bibliometric analysis using the Publish or Perish, VOSviewer, and Dimensions tools. Utilising overlay, density, and network visualisations, this study identified key research trends, relationships between concepts, and frequency density of terms in the literature related to guide inquiry. The results of the analysis showed that publications related to guided inquiry on improving critical thinking skills have increased, with articles and Proceedings being the most dominant forms of publications. These findings suggest that guided inquiry not only supports more flexible science learning, but also to improve students' critical thinking skills in various subject areas.
Pengembangan E-Modul IPA Berbasis PBL dengan Pendekatan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Digital Putri, Windiarti Pratiwi; Muntari; Savalas, Lalu Rudyat Telly
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.14783

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital peserta didik SMA. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model 4D (define, design, development, disseminate) melalui analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli, revisi, serta uji coba lapangan. Validasi dilakukan oleh enam validator dan dianalisis menggunakan Aiken's V. Hasil validasi menunjukkan E-Modul memperoleh 0,92 (92%) dengan kategori sangat valid, Modul Ajar 0,94 (94%), instrumen berpikir kritis 0,93 (93%), dan instrumen literasi digital 0,94 (94%). Kepraktisan diuji pada uji coba terbatas yang melibatkan 25 peserta didik melalui observasi keterlaksanaan, respon pendidik, dan respon peserta didik. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata 0,92 (92%) kategori terlaksana sangat baik; respon pendidik 0,93 (93%) dan respon peserta didik 0,87 (87%) keduanya berkategori sangat praktis. Keefektifan diuji pada uji coba skala luas dengan 50 peserta didik (28 kelas eksperimen dan 30 kelas kontrol). Analisis N-gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen 0,636 dan kontrol 0,035, sedangkan literasi digital pada kelas eksperimen 0,606 dan kontrol 0,038. Uji t mandiri menghasilkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, produk dinyatakan sangat valid, praktis, dan efektif.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Asam-Basa Sofia, Baiq Fara Dwirani; Putri, Windiarti Pratiwi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4435

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangatlah penting dimiliki oleh peserta didik agar dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi dalam pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat melatih aspek-aspek berpikir kritis. yaitu model inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMAN 4 Praya pada materi asam dan basa. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA berjumlah 260 orang yang terdiri dari 8 kelas yaitu kelas XI MIPA 1 – XI MIPA 8. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberikan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol yang diberikan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu instrumen tes, berupa essay yang terdiri dari 10 soal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji n-gain, uji normalitas, uji f (homogenitas varians) dan uji hipotesis mengunakan rumus uji-t. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh bahwa  (5,059) >  (1,812), sehingga dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMAN 4 Praya pada materi asam dan basa. 
Practicality of Local Wisdom-Based Science E-Modules Using Problem-Based Learning for Critical Thinking and Digital Literacy Putri, Windiarti Pratiwi; Muntari, Muntari; Lalu Rudyat Telly Savalas
Indonesian Journal of Educational Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha Salahudin Syawal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/ijei.v2i1.241

Abstract

The integration of technology and local wisdom in science learning has become increasingly important to enhance student engagement and understanding. This study aimed to develop and evaluate the practicality of a Science E-Module based on Problem-Based Learning (PBL) and a local-wisdom approach for high school students. The study employed a development research design with limited trials, involving Classroom implementation observations, teacher and student response questionnaires, and data analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed that the Classroom implementation reached 92% (very well implemented), teacher responses averaged 93% (very practical), and student responses averaged 87% (very practical), indicating high engagement and usability. It can be concluded that the developed E-Module is practical and supports effective learning by promoting independent learning, critical thinking, and digital literacy. These findings suggest that integrating PBL and local wisdom through digital modules can be an innovative strategy to improve science learning and is recommended for broader implementation in similar educational contexts.