This Author published in this journals
All Journal Nutrizione
Mage, Dearmam Crisni Carlis
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang Mage, Dearmam Crisni Carlis
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting di provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2021 sebesar 37,8% sehingga menjadi provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analisis observasional dan desain penelitian case control dalam rentang usia balita 24-59 bulan. Sampel total sebanyak 50 responden, ditentukan dengan rumus Lemeshow dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam bentuk kuesioner. Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan uji statistik Chi Square dan uji alternatif uji Fisher. Hasil dari analisis data penelitian, ditemukan bahwa adanya hubungan antara asupan zat gizi makro yakni karbohidrat (p-value 0,001), riwayat penyakit infeksi (p-value 0,006) dengan kejadian stunting pada balita dan menjadi faktor determinan kejadian stunting. Adapun asupan zat gizi makro protein (p-value = 0,724), asupan lemak (p-value = 0,110), riwayat ASI Eksklusif (p-value = 1,000), riwayat pemberian MP ASI (p-value = 1,000), pendidikan orang tua (p-value = 1,000), status bekerja ibu (p-value = 1,000), riwayat anemia ibu (p-value = 0,064) serta pernikahan usia muda (p-value = 0,490) tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian stunting pada balita. Dapat disimpulkan bahwa, asupan karbohidrat dan riwayat penyakit infeksi memiliki hubungan dengan kejadian stunting serta menjadi faktor determinan dari kejadian stunting.