Aset kripto adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan transaksi. Kriptografi memastikan bahwa uang kripto tidak dapat dipalsukan atau digunakan secara ganda, sehingga melindungi pemiliknya dari potensi kecurangan. Pengembangan mata uang kripto berbasis teknologi blockchain sangatlah efektif, karena sistem ini menyimpan data digital yang berisi catatan yang terhubung melalui kriptografi. Selain itu, terdapat program otomatis dalam sistem blockchain yang akan berjalan saat terjadi transaksi atau kondisi tertentu terpenuhi. Namun, banyak jaringan blockchain, seperti Ethereum, menghadapi masalah skalabilitas, terutama saat volume transaksi tinggi. Hal ini menyebabkan biaya dan waktu transaksi yang tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, pengembangan token baru BEMJ diharapkan dapat menawarkan solusi skalabilitas yang lebih baik, serupa dengan pendekatan proyek Layer-2 atau blockchain alternatif yang dirancang untuk menangani volume transaksi yang jauh lebih besar per detik. Skalabilitas merujuk pada kemampuan jaringan untuk menangani volume transaksi yang tinggi. Keamanan melibatkan perlindungan terhadap serangan dan kebocoran data, sedangkan keandalan melibatkan ketersediaan dan ketahanan jaringan. Tujuan pengembangan mata uang kripto baru dengan teknologi blockchain dan kontrak pintar adalah untuk mengubah sistem keuangan dengan cara yang inovatif bagi penggunanya. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan sekitar 40-50%, sehingga dapat menangani penggunaan yang lebih luas. Crypto assets are digital currencies that use cryptographic technology to secure transactions. Cryptography ensures that crypto money cannot be counterfeited or used twice, thus protecting its owners from potential fraud. The development of crypto currencies based on blockchain technology is very effective, as this system stores digital data containing records that are connected through cryptography. Moreover, there are automated programs in the blockchain system that will run when a transaction occurs or certain conditions are met. However, many blockchain networks, such as Ethereum, face scalability issues, especially when transaction volume is high. This results in high transaction costs and long processing times. To address this issue, the development of the new BEMJ token is expected to offer better scalability solutions, similar to the approach of Layer-2 projects or alternative blockchains designed to handle much higher transaction volumes per second. Scalability refers to the network's ability to handle high transaction volumes. Security involves protection against attacks and data leaks, while reliability involves network availability and resilience. The goal of developing new cryptocurrencies with blockchain technology and smart contracts is to transform the financial system in an innovative way for users. The research results are expected to increase network efficiency and scalability by around 40-50%, enabling it to handle broader usage.