Uun Octaviani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Dan Pelatihan Senam Osteoporosis Sebagai Upaya Pencegahan Osteoporosis Pada Wanita Menopause Di Posyandu Bunda Lestari Desa Karangrau Sokaraja Uun Octaviani; Haniyah, Siti; Wirakhmi, Ikit Netra
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.599

Abstract

Latar Belakang: Menopause merupakan peralihan dari fase reproduksi ke fase non-reproduksi yang ditandai dengan berhentinya menstruasi. Biasanya wanita yang mengalami menopause ada dalam rentang usia 45-55 tahun. Wanita yang telah mengalami menopause berisiko tinggi 5,6 kali mengalami osteoporosis. Dimana pada wanita yang mengalami menopause ini akan mengalami penyusutan massa tulang sekitar 40-50%, hal ini di karenakan adanya pengaruhi produktivitas hormon estrogen. senam yang dilakukan secara teratur dapat mempengaruhi massa tulang sehingga resiko terjadinya osteoporosis dapat dicegah.Tujuan: Memberikan penyuluhan dan pelatihan senam osteoporosis sebagai upaya pencegahan osteoporosis pada wanita menopause. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan demostrasi yang didukung oleh media seperti PowerPoint, video, dan buku saku tentang pencegahan osteoporosis. Kegiatan meliputi pemerikasaan IMT (Indeks Massa Tubuh), pengerjaan pre test, pemberian materi tentang osteoporosis, pengerjaan post test dan dilanjutkan dengan pelatihan senam osteoporosis. Hasil: Hasil dari kegiatan ini menunjukan peningkatan pengetahuan dari hasil pre test dan post test dari skor rata-rata 72,25 menjadi 86,25. keterampilan lansia dalam melakukan senam osteoporosis 92,55, yang menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan senam osteoporosis dengan baik. Kesimpulan: Senam Osteoprorosis terbukti cukup efektif sebagai upaya pencegahan osteoporosis. Selain itu, keterampilan lansia dalam melakukan senam osteoporosis diklasifikasikan sebagai baik, dengan sebagian besar pecserta mencapai skor tinggi pada lembar pemantauan.
Penerapan Terapi Relaksasi Benson pada Pasien yang Mengalami Kecemasan Pre Operasi Tumor Ovarium Uun Octaviani; Siti Haniyah; Fahmi Ayatun
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i2.8885

Abstract

Background: Anxiety can affect physiological functions in patients prior to surgery, including increased heart rate and respiration, changes in blood pressure and temperature, relaxation of smooth muscles in the bladder, cold and clammy skin, and dry mouth, which may reduce the patient’s energy level. Psychologically, anxiety can lead to increased postoperative pain, delayed wound healing, increased physical disability, and decreased quality of life. One effective non-pharmacological intervention to reduce anxiety is Benson relaxation therapy. Objective: This study aimed to determine the effect of benson relaxation therapy on reducing anxiety levels in pre operative. Methods: This study used a case study design involving one preoperative patient with anxiety symptoms in the Teratai Ward of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto. Benson relaxation therapy was administered for 3 days, twice daily, with a duration of 15 minutes per session. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) before and after the intervention. Results: The patient showed a decrease in anxiety score from 55 (moderate anxiety) to 40 (mild anxiety) after receiving Benson relaxation therapy. Subjectively, the patient reported feeling calmer, more accepting, and motivated. Objectively, there was a reduction in heart rate and physical signs of anxiety. Conclusion: Benson relaxation therapy is effective in reducing anxiety levels in preoperative patients. This intervention can be used as a non-pharmacological alternative to support psychological recovery of pre-operative patients.