Abstrak: Fenomena yang sekarang ini banyak kita temui ialah menjamurnya coffee shop di berbagai daerah termasuk di Banjarmasin. Hal ini sejalan dengan data yang dirilis oleh International Coffee Organization yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan konsumsi kopi di Indonesia dari tahun ke tahun. Tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan kopi di Indonesia yaitu 1.7%. Riset yang dilakukan oleh TOFFIN yang menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan coffee shop di Indonesia yaitu kebiasaan (budaya) nongkrong sambil ngopi. TOFFIN juga menyebutkan bahwa gaya hidup baru dalam mengonsumsi kopi diciptakan oleh dominasi populasi anak muda Indonesia (Generasi Y dan Z). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh store atmosphere, harga, kualitas produk, kualitas layanan dan faktor mana yang paling dominan terhadap keputusan pembelian anak muda pada coffee shop di Banjarmasin. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria anak muda yang menurut World Health Organization (WHO) berkisar antara usia 12 tahun sampai 24 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner online dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa store atmosphere, harga, kualitas produk dan kualitas layanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian anak muda pada coffee shop di Banjarmasin. Store atmosphere merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Kata kunci: Store Atmosphere, Harga, Kualitas Produk, Kualitas Layanan, Coffee Shop.