Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Perbandingan Besi Beton dan Baja Ringan Terhadap Biaya: Studi Kasus : Proyek Pembangunan Perumahan Bellevue, Kabupaten Mamuju Al Ahmad, Muhammad Hijerah
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1546

Abstract

Beton memiliki kuat tekan yang tinggi dan kuat tarik yang sangat rendah. Beton bertulang adalah suatu kombinasi antara beton dan baja di mana tulangan baja berfungsi menyediakan kuat tarik yang tidak di miliki oleh beton. Pada proyek pembangunan Perumahan Belleuve di Kabupaten Mamuju memiliki ciri khas pada konstruksinya yaitu pemilihan struktur yang hanya memakai rangka baja yang memiliki ketinggian 6 tingkat. Oleh karena itu masalah yang akan diambil adalah merencanakan ulang menggunakan struktur beton yang bertujuan sebagai pembanding terhadap segi biaya apakah alternatif tersebut akan menjadi lebih ekonomis atau sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan biaya penggunaan baja ringan dengan besi beton pada perumahan belleuve di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material baja ringan sebagai tulangan beton sebesar Rp 25.260.344,66 lebih murah dari penggunaan material Besi Beton sebagai tulangan sebesar 34.055.257,09 dengan selisih biaya sebesar Rp 8.794.912,43.
Sustainable Project Management In Renewable Energy Development In Indonesia Al Ahmad, Muhammad Hijerah; Muslika
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4650

Abstract

This study aims to analyze the effect of sustainable project management practices on the success of renewable energy projects in Indonesia, placing stakeholder engagement and green risk management as explanatory factors that reinforce the stability of project implementation. The approach used is an explanatory quantitative method with a cross-sectional design. Data were collected through a Likert-scale questionnaire survey of renewable energy project practitioners in Indonesia who were directly involved in project planning, execution, and control. Instrument testing showed that all constructs met the criteria for validity and reliability, making them suitable for inferential analysis. The analysis was performed using multiple linear regression after the classical assumption tests were satisfied. The results indicate that sustainable project management practices have a significant positive effect on project success and are the strongest predictor compared to other variables. Furthermore, stakeholder engagement and green risk management were also found to have significant positive effects on project success, indicating that multi-actor coordination and the mitigation of regulatory social environmental risks are key to keeping projects on track with regard to cost, time, quality, and public acceptance. These findings affirm that improving renewable energy project performance should not focus solely on technical aspects but requires strengthening sustainability governance, structured engagement strategies, and adaptive risk management systems.