The preservation of ethnobotany knowledge in South Kalimantan faces modernization challenges, such as decreasing interest among younger generations and the limited integration of local wisdom into educational practices. Popular Scientific Books (BIP) serve as an educational solution to bridge traditional knowledge with the general public. However, not all ethnobotanical BIPs that have been developed have undergone comprehensive feasibility testing. This study aims to analyze the feasibility of ethnobotany BIPs based on local wisdom through a literature review. Article searches were conducted using Google Scholar, resulting in 605 documents. After selection based on language, open access availability, and subject relevance, 10 articles were identified and analyzed using the Systematic Literature Review method and content analysis techniques. The results indicate a growing trend in BIP development, with most studies reporting very high validity and practicality. A common pattern observed is the limited testing of BIP effectiveness. This study concludes that BIP is feasible for further development but should be complemented with evaluations of its impact on learning to optimize its role in education and the preservation of local wisdom. The findings are expected to serve as a reference for developing contextual biology teaching materials based on local knowledge.Abstrak. Pelestarian pengetahuan etnobotani di Kalimantan Selatan menghadapi tantangan modernisasi berupa berkurangnya minat generasi muda dan minimnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran. Buku Ilmiah Populer (BIP) menjadi solusi edukatif untuk menjembatani pengetahuan tradisional dan masyarakat umum. Namun, belum semua BIP etnobotani yang dikembangkan diuji kelayakan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan BIP etnobotani berbasis kearifan lokal melalui studi pustaka. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan Google Scholar dan menghasilkan 605 dokumen. Setelah seleksi berdasarkan kriteria bahasa, akses terbuka, dan relevansi bidang, diperoleh 10 artikel yang dianalisis menggunakan metode Systematic Literature Review dan teknik content analysis. Hasil menunjukkan tren meningkatnya pengembangan BIP, dengan temuan bahwa sebagian besar telah diuji validitas dan kepraktisannya secara sangat baik. Pola umum yang ditemukan adalah masih terbatasnya uji efektivitas. Studi ini menegaskan bahwa BIP layak dikembangkan, namun perlu dilengkapi evaluasi dampak pembelajaran agar lebih optimal dalam pendidikan dan pelestarian kearifan lokal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan bahan ajar biologi kontekstual yang didasarkan pada pengetahuan lokal.