Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR DOMINAN PENYEBAB TERJADINYA KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Ajeng Pambudi, Listyaning
Jurnal Inovasi Global Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v1i2.15

Abstract

Masa kehamilan merupakan masa dimana ibu hamil harus mendapatkan asupan nutrisi yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan janin dan mencegah terjadinya KEK. WHO menetapkan batas ambang masalah ibu hamil dengan risiko KEK sebesar <5%, namun di Indonesia prosentase kejadian KEK masih tinggi yaitu sebesar 17,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dominan penyebab terjadinya KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gaji Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah analitik. Populasinya sebesar 82 ibu hamil dengan sampel sebanyak 68 ibu hamil. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasional dan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Diperoleh hasil hampir setengah ibu hamil masih mengalami KEK (26,5%), sebagian besar berada pada usia tidak berisiko (75,0%), sebagian besar primipara (61,8%), hampir seluruh ibu hamil memiliki jarak kehamilan >2 tahun (89,7%), sebagian besar pendapatan kepala keluarga rendah (69,1%), sebagian besar tidak bekerja (55,9%), sebagian besar berpendidikan tinggi (61,8%), sebagian besar memiliki asupan energi kurang (61,8%), hampir setengah ibu hamil berpengetahuan cukup (41,2%) dan paritas dengan primipara lebih tinggi berisiko KEK (p=0,020, 95% CI=1,410-57,833, OR=9,031). Faktor dominan penyebab terjadinya KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gaji adalah paritas dengan primipara, dimana pada kehamilan <2 ibu belum memiliki pengalaman terkait kebutuhan gizi selama kehamilan. Dengan begitu ibu hamil perlu melakukan konseling saat ANC dan mengikuti kelas ibu hamil secara rutin untuk mamantau kesehatan ibu dan janin serta dapat meminimalisir terjadinya KEK.