Nilai faktor keamanan lereng tambang di Indonesia diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM Tahun 2018 tetang Pedoman Pelakasanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi geometri lereng penambangan yang stabil dan optimal berdasarkan sifat fisik dan sifat mekanik tanah penyusun lereng pada rencana penambangan Blok Ulusawa 10 PT. Gerbang Multi Sejahtera. Metode yang digunakan dalam penentuan kestabilan lereng pada penelitian ini adalah metode Bishop Simplified. Hasil penelitian menunjukkan simulasi kestabilan lereng pada profil endapan nikel laterit dalam kondisi terdistribusi beban tambahan oleh alat gali-muat Excavator Sumitomo SH350 HD-6 sebesar 56 kN/m2 dan beban dari alat angkut Dumptruck Mercedes Benz Axor 2528C (6x4) sebesar 13,30 kN/m2 serta pengaruh getaran gempa sebesar 0,4 gal (Aulia et al., 2019). Untuk lereng tunggal setinggi 5 meter lapisan Saprolite pada kondisi dinamis dengan sudut 45o dan lebar Bench 2 meter adalah material yang memiliki nilai FK paling rendah, yaitu FK = 1,590 dengan PL = 3,10% sehingga dapat mewakili semua material sebagai kondisi paling pesimis dan digunakan sebagai acuan untuk merancang geometri lereng keseluruhan dengan tinggi maksimum 65 meter. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan untuk rekomendasi geometri lereng penambangan menggunakan geometri lereng keseluruhan dengan tinggi maksimum 65 meter, lebar bench 2 meter, lebar ramp 9 meter dengan FK dalam kondisi dinamis sebesar 1,226 dan PL = 17,70% serta sudut kemiringan lereng keseluruhan 27o dengan nilai FK dalam keadaan terdistribusi beban (dinamis) = 1,203 dan PL = 13,10% .