Sectio caesarea (SC) dapat menyebabkan nyeri akut dan meningkatkan hormon stres, yang berdampak pada takikardia, hipertensi, perubahan respon imun, serta aktivitas sehari - hari, sehingga meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasca operasi. Untuk mengatasi nyeri ini, terapi farmakologi dan non farmakologi, termasuk aromaterapi lavender dapat digunakan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan aromaterapi lavender guna mengurangi nyeri pada pasien post SC. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan: Pre-implementasi: mengukur intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) untuk mendapatkan data awal. Implementasi: memberikan aromaterapi lavender dengan menggunakan diffuser. Lavender essential oil sebanyak 5 tetes dicampur dengan 200 ml air dan dihubungkan ke listrik. Pasien diminta untuk menghirup aroma lavender selama 10-15 menit. Post-implementasi: melakukan observasi ulang dan pengukuran intensitas nyeri setelah pemberian aromaterapi, menggunakan VAS. Evaluasi: membandingkan intensitas nyeri sebelum dan setelah pemberian aromaterapi untuk menilai efektivitas intervensi. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan di RSUD 45 Kuningan menunjukkan hasil yaitu dari 30 peserta, sebelum implementasi, 26 peserta (86,7%) mengalami nyeri sedang dan 4 peserta (13,3%) mengalami nyeri berat. Setelah implementasi aromaterapi lavender, 17 peserta (56,7%) mengalami penurunan menjadi nyeri sedang, dan 13 peserta (43,3%) mengalami nyeri ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender dapat diaplikasikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post SC.