Pendidikan inklusi merupakan pendekatan pendidikan yang memberikan layanan setara bagi semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus (ABK), dalam lingkungan belajar yang menghargai keberagaman dan mendukung perkembangan individu. SMKN 2 Malang, sebagai salah satu sekolah inklusi di Kota Malang, telah melaksanakan pendidikan inklusif berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang digunakan dalam mendukung pendidikan humanis, mengkaji bagaimana strategi tersebut diimplementasikan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMKN 2 Malang menerapkan beberapa strategi pembelajaran, seperti strategi deduktif, induktif, pembelajaran kooperatif, pendekatan humanistik, dan program pendidikan individual (Individualized Education Program atau IEP). Strategi-strategi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam, baik siswa reguler maupun ABK. Implementasi strategi melibatkan kolaborasi intensif antara guru reguler dan GPK dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Selain itu, kurikulum dan materi ajar diadaptasi sesuai dengan kebutuhan individu siswa ABK, dengan dukungan teknologi pendidikan dan pendekatan humanistik yang menekankan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian juga mengidentifikasi sejumlah faktor pendukung, seperti dukungan dari pihak sekolah dalam bentuk kebijakan dan pelatihan guru, kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan siswa, serta fasilitas yang mendukung pembelajaran inklusif. Di sisi lain, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi, seperti keterbatasan jumlah guru pendamping khusus, kurangnya pelatihan intensif untuk guru reguler, perbedaan kebutuhan belajar yang signifikan antara siswa reguler dan ABK, serta tantangan dalam menyusun kurikulum yang adaptif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan di SMKN 2 Malang telah dirancang untuk mewujudkan pendidikan inklusi yang humanis. Meskipun terdapat hambatan, kolaborasi antara berbagai pihak mampu mendukung keberhasilan implementasi strategi pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan inklusif di tingkat sekolah menengah kejuruan dengan menekankan pentingnya pendekatan humanistik dan adaptasi strategi pembelajaran.