Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP OVERWEIGHT DAN BODY FAT PERCENTANGE CLASSIFICATION (BFPC) PADA REMAJA DI KOTA PONTIANAK 'Amaliyah, Miftahul Nur; Junaedi, Myranti Puspitaningtsya; Nelissa, Deni
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2207

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan remaja sebagai seseorang yang berada pada rentang usia 10-19 tahun. Remaja adalah kelompok usia yang paling rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi. Overweight dan obesitas menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Peningkatan jumlah orang yang mengalami overweight dan obesitas dapat meningkatkan beban pada sistem kesehatan berdasarkan Data Profil Kesehatan Kalimantan Barat Tahun 2022, prevalensi overweight dan obesitas pada anak-anak dan remaja di Kalimantan Barat adalah sebesar 25,5%. Penelitian Zhang et al., 2018 menyatakan penurunan aktivitas fisik memiliki kecenderungan meningkatkan resiko overweight dan obesitas sebesar 40% pada anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap overweight dan body fat percentange classification (BFPC) pada remaja di Kota Pontianak diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahuinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik terhadap overweight dan body fat percentange pada remaja di Kota Pontianak. Desain penelitian adalah cross-sectional study dan teknik dalam penelitian menggunakan total sampling. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan overweight maupun body fat percentange classification pada remaja.
Sosialisasi dan Skrining Daya Tahan Jantung Paru Sebagai Upaya Promosi Gaya Hidup Sehat pada Remaja 'Amaliyah, Miftahul Nur; Triandari, Listya; Untung, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18366

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi krusial, namun pergeseran gaya hidup ke arah sedentari di era digital memicu tingginya inaktivitas fisik yang berdampak destruktif pada kapasitas daya tahan jantung paru (cardiorespiratory endurance). Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pendekatan promotif dan preventif guna melihat gambaran faktual kondisi fisik remaja, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup aktif. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 3 Pontianak dengan melibatkan 20 siswa sebagai mitra sasaran. Metode pelaksanaan mencakup empat tahapan utama: pendataan dan skrining kesehatan awal, ceramah edukasi interaktif, pengukuran kapasitas kardiorespirasi secara objektif menggunakan instrumen Harvard Step Test, serta evaluasi dan analisis data. Hasil pengukuran menunjukkan temuan yang sangat homogen, di mana seluruh peserta teridentifikasi berada pada kategori poor (sangat kurang). Kondisi kebugaran yang berada pada titik terendah ini mengonfirmasi hipotesis awal bahwa dominasi gaya hidup pasif dan program olahraga sekolah yang kurang memfokuskan pada kapasitas aerobik berdampak nyata pada rendahnya kebugaran kardiovaskular siswa. Sebagai kesimpulan, program ini berhasil menyoroti urgensi krisis kebugaran di tingkat sekolah. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan penyusunan program pendampingan praktik yang berkesinambungan dan berkolaborasi dengan pihak sekolah guna memodifikasi perilaku sehat remaja secara permanen demi mencetak generasi yang produktif. Kata Kunci: Remaja, Aktivitas Fisik, Gaya Hidup Sedentari, Harvard Step Test, Siswa Adolescence is a crucial transitional phase, but the shift towards a sedentary lifestyle in the digital era has triggered high physical inactivity, yielding a destructive impact on cardiorespiratory endurance. This Community Service Program (PKM) aims to provide promotive and preventive approaches to obtain a factual overview of adolescents' physical conditions while encouraging behavioral changes toward an active lifestyle. The activity was conducted at SMK Negeri 3 Pontianak, involving 20 students as target partners. The implementation method encompassed four main stages: initial data collection and health screening, interactive educational lectures, objective measurement of cardiorespiratory capacity using the Harvard Step Test instrument, and data evaluation and analysis. The measurement results revealed highly homogeneous findings, wherein all participants were classified in the Poor category. This remarkably low fitness level confirms the initial hypothesis that the dominance of a passive lifestyle and school sports programs lacking focus on aerobic capacity significantly impact the students' poor cardiovascular fitness. In conclusion, this program has successfully highlighted the urgency of the fitness crisis at the school level. As a follow-up, it is recommended to design a continuous practical assistance program in collaboration with the school to permanently modify adolescents' healthy behaviors in order to foster a productive generation.