Gusyanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESENSI PENDIDIKAN SENI DALAM DOLANAN ANAK JAMURAN DAN CUBLAK-CUBLAK SUWENG DI TAMAN MUDA PAWIYATAN TAMAN SISWA YOGYAKARTA Gusyanti
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 3 No. 1 (2022): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v3i1.117

Abstract

The aim of the current study is to bring to light the essentials of arts education in traditionalchildren’s games “Jamuran” and “Cublak-cublak Suweng” being taught in Taman MudaPawiyatan Taman Siswa Yogyakarta. The study employs Suryahadi’s conceptual thinking(2008) about the essentials of arts education, namely sensitivity, creativity, appreciation, andproductivity. The results of the study demonstrate that in the learning process, “Jamuran” and“Cublak-cublak Suweng” contain the essentials of arts education. Aspect of sensitivity is putforward through the moment of how students get along with movements, songs, and rhythms.Aspect of creativity is demonstrated through the creation of movements, expression, and thedance by request of one of the students playing the game, or by certain commitment associatedwith the game. Appreciation aspect is found out through the reward for playing the gamewhich is carried out while singing, dancing, and showing facial expression, both when theplayer wins or loses. Aspect of productivity is presented through the ideas of the form ofpleasant punishment for the players of the game who lose or disobey the rules of the games. Tujuan dari kajian ini adalah mengungkapkan esensi pendidikan seni dalam dolanan anakJamuran dan Cublak-cublak Suweng yang diajarkan di Taman Muda Pawiyatan Taman SiswaYogyakarta. Kajian ini menggunakan pemikiran konseptual Suryahadi (2008) mengenaiesensi pendidikan seni yang terdiri dari empat aspek, yaitu sensitivitas, kreativitas, apresiasi,dan produktivitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa Jamuran dan Cublak-cublak Suwengmemuat esensi pendidikan seni dalam proses pembelajarannya. Aspek sensitivitas ditunjukkanmelalui penyikapan gerak, lagu, dan irama. Aspek kreativitas terlihat dalam penciptaan gerak,ekspresi, dan tarian atas permintaan dari salah satu anggota dalam permainan atau ataskesepakatan tertentu terkait permainan. Aspek apresiasi diperlihatkan melalui penghargaanatas jalannya permainan yang dilakukan sambil menyanyi, menari, dan ekspresi wajah, baikketika pemain sedang berada dalam posisi menang atau kalah. Aspek produktivitas terlihatmelalui munculnya gagasan atau ide atas bentuk hukuman yang menyenangkan bagi pemainyang kalah atau melanggar peraturan permainan
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TARI GOLEK ASMARANDANA KENYA TINEMBE DENGAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA SMK SENI BUDAYA Gusyanti
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 4 No. 2 (2023): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v4i2.118

Abstract

The 21st century learning is characterized by embracing rapid technological advances, therebyopening up ways for students to learn other than through teacher facilitation. This requiresstudents to learn creatively, yet not abandon the spiritual values as part of their characters. Thisresearch aims to develop a learning model for Golek Asmarandana Kenya Tinembe Dance usingdigital media to effectively increase the spirituality of students in vocational high schools in artsand culture. This research is a development research that adopts the Borg, Gall, and Gall models.The research subjects are students of class X at SMKN 1 Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta. Modeldevelopment utilizes digital media with the Smart Apps Creator (SAC) application. Data wasobtained through questionnaires filled out by teachers and students. Data on the effectiveness oflearning model development research is qualitative and quantitative, obtained by means ofnormality tests and homogeneity tests. The conclusions of this research are: (1) The results ofthe normality test, the control class is at a significance level of α = 0.05 with a pre-test sig valueof 0.083 > 0.05 and a post-test sig value of 0.200 > 0.05, meaning it is normally distributed. Inthe experimental class, at the significance level α = 0.05 with a pre-test sig value of 0.200 > 0.05and a post-test sig value of 0.063 > 0.05, meaning it is normally distributed; (2) The results ofthe homogeneity test show that the Lavene Statistics pre-test value is 0.610 with a significancevalue of 0.437 > 0.05 and that the Lavene Statistics post-test value is 0.742 with a significancevalue of 0.391 > 0.05, so it can be concluded that they have the same variance (homogeneous);(3) Based on the independent sample test output with a post-test sig value of 0.000<0.05, it canbe concluded that H0 is rejected or there is a significant difference between the average of theexperimental class and the control class. Pembelajaran abad ke-21 memiliki ciri pesatnya kemajuan teknologi, sehingga terbuka lebar carabelajar siswa selain fasilitasi guru. Hal ini menuntut siswa harus belajar dengan kreatif namuntidak meninggalkan nilai spiritualitas bagian dari karakter. Penelitian ini bertujuanmengembangkan model pembelajaran tari Golek Asmarandana Kenya Tinembe dengan mediadigital untuk meningkatkan spiritualitas siswa SMK Seni Budaya yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yangmengadopsi model Borg, Gall, dan Gall.Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMKN 1 Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pengembanganmodel memanfaatkan media digital dengan aplikasi Smart Apps Creator (SAC). Data didapatkanmelalui angket kepada guru dan siswa. Data keefektivan penelitian pengembangan modelpembelajaran berupa data kualitatif dan kuantitatif, yang didapatkan dengan cara uji normalitasdan uji homogenitas.Kesimpulan penelitian Efektivitas Pengembangan Model Pembelajaran Tari GolekAsmarandana Kenya Tinembe dengan Media Digital untuk Meningkatkan Spiritualitas SiswaSMK Seni Budaya, sebagai berikut: (1) Hasil uji normalitas, kelas kontrol pada taraf signifikansiα = 0,05 dengan nilai pretest sig sebesar 0,083 > 0,05 dan nilai posttest sig sebesar 0,200 > 0,05,artinya berdistribusi normal. Pada kelas eksperimen, pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan nilaipretest sig sebesar 0,200 > 0,05 dan nilai posttest sig sebesar 0,063 > 0,05, artinya berdistribusinormal. (2). Hasil Uji Homogenitas, bahwa nilai lavene Statistic pretest sebesar 0,610 dengannilai signifikansi sebesar 0,437 > 0,05 dan bahwa nilai lavene Statistic posttest sebesar 0,742dengan nilai signifikansi sebesar 0,391 > 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa memilikivarians yang sama (homogen). (3). Berdasarkan output independent sampel test dengan nilai sigposttest sebesar 0,000< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak atau terdapatperbedaan yang signifikan antara rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol.