This Author published in this journals
All Journal Jurnal Wasian
Hengki, Hengki Djemie
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perencanaan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Rhl) Berbasis Kemampuan Lahan Di Daerah Tangkapan Air (Dta) Danau Tondano Hengki, Hengki Djemie
Jurnal Wasian Vol. 1 No. 2 (2014): December
Publisher : Forestry Department, University of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62142/z2m68461

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengembangkan alternatif rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) berdasarkan kemampuan lahan di daerah tangkapan air (DTA) Danau Tondano. Metode evaluasi kemampuan lahan menggunakan pedoman intensitas faktor penghambat yaitu faktor lereng, drainase dan laju infiltrasi dan dianalisis dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sedangkan arahan penggunaan lahan yang ideal pada setiap kemampuan lahan sebagai dasar perencanaan.  Hasil analisis spasial diperoleh data luas masing-masing kelas kemampuan lahan sebagai berikut :  kelas kemampuan I seluas  2.041,13 ha (11,05 %), lahan kelas II seluas 348,35 ha (1,89 %), lahan kelas III seluas  5.681,27 ha (30,76 %), lahan kelas IV seluas 7.107,37 ha (38,49 %), lahan kelas Vseluas  475,23 ha (2,57 %) lahan kelas VI seluas 957,98 ha ( 5,19 %), lahan kelas VII seluas 1.125,2 ha  (6,09%)  dan lahan kelas VIII seluas 730,58 ha ( 3,96 %).   Berdasarkan hasil evaluasi penggunaan lahan menurut kelampuan lahan saat ini maka dikembangkan arahan RHL sebagai berikut : sekitar 85 % wilayah DTA danau Tondano tergolong dalam kelas kemampuan lahan I sampai kelas V, lahan tersebut dikembangkan sebagai lahan pertanian intensif dengan konservasi tanah pengembangan pertanian organik dalam berbagai variasi implementasi.  Selanjutnya sekitar 15 % lainnya dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian terbatas dengan tindakan konservasi tanah berupa penyempurnaan sistem agroforestry, pengembangan agroforestry berbasis tanaman cengkih yang tertata  atau pengembangan hutan serbaguna pada kawasan hutan lindung dan hutan produksi dengan tanaman penghasil hasilhutan non kayu (aren, bambu) dan jasa lingkungan.