firmansyah, Faizah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Makanan terhadap Perilaku Anak Autis firmansyah, Faizah
Journal of Special Education Lectura Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Special Education Lectura
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jselectura.v2i2.14523

Abstract

Autis merupakan suatu gangguan perilaku yang berlebihan dan juga berperilaku berkekurangan. Perilaku berlebihan tersebut biasanya di cirikan yang hiperaktif dan perilaku tantrum atau mengamuk seperti mengepak, menggigit, berteriak, memukul, mencakar, dan menyakiti diri sendirj. Namun autis juga memilikir perilaku berkekurangan sehingga menimbulkan gangghan bicara atau perilaku sosial sehingga anak dengan gangguan autis menunjukkan perilaku tertawa atau menangis tanpa di ketahui sebab akibatnya (Pratiwi R, 2013). Gangguan perilaku pada anak autis salah satunya oleh faktor makanan. Maka dari itu tidak jarang anak autis di dietkan untuk membatasi perilaku yang berlebihan khususnya pada diet kasein dan glutein. Namun ketika melakukan diet sebaiknya mengganti makanan yang di perbolehkan untuk di konsumsi, sehingga anak tidak kurang gizi dengan menghilangkan makanan yang mengandung susu dan juga gandum tetapi harus menggantinya dengan makanan lain untuk menutupi kurangnya suplementasi vitamin dan juga mineral yang dibutuhkan tubuh bagi anak autis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi serta wawancara dilakukan dengan melibatkan langsung orang tua pada salah satu siswa autis di SLB Pelita Nusa. Adapun penjelasan yang akan di jelaskan pada penelitian ini adalah pemusatan perhatian dan konsentrasi anak autis. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua dan satu orang guru di SLB Pelita Nusa, Pekanbaru, Riau. Menurut orang tuanya makanan anaknya tidak dibatasi dengan apa yang di sukainya. Selagi anak itu suka, maka orang tua akan terus memberikannya. Selama ini anak makan ayam siap saji atau junk food, cokelat, permen, pizza serta jenis-jenis makanan siap saji dan instan lainnya. Orang tua menganggap respon anak setelah diberikan makanan yang menimbulkan perilaku tertawa sebagai bentuk kebahagian dari pandangan orang tuanya. Menurut guru di SLB Pelita Nusa sangat menyangkan terhadap kebiasaan pola makan siswa yang seharusnya itu dihindari karena akan berpengaruh terhadap kegiatan belajar siswa. Jika anak diberikan makanan yang mengandung beberapa senyawa yang semestinya menjadi pantangan bagi anak autis seperti yang terkandung didalam tepung, beberapa jenis susu, coklat, serta penyedap dan pengawet yang berada pada makanan dan minuman kemasan membuat anak ketika didalam kelas menjadi lebih agresif, hiperaktif dan terkadang hingga mengganggu temannya. Anak dengan gangguan autis mengalami kendala khususnya pengontrolan emosi serta perilaku yang berada pada dirinya. Tidak bisa mengendalikan hal tersebut merupakan suatu permasalahan ketika dalam hal sedang berlangsungnya pembelajaran. Diperlukan konsentrasi serta pemusatan perhatian dari siswa kepada materi yang di berikan agar siswa menjadi paham pembelajaran yang dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian orang tua dan guru pada siswa autis di SLB Pelita Nusa pekanbaru disimpulkan sebagai berikut, Makanan salah satu hal yang berpengaruh pada anak autis karena ada suatu efek yang diberikan makanan tersebut terhadap tingkah laku anak. Kesulitan bagi anak autis salah satunya dalam pengendalian emosi serta hiperaktif secara langsung sangat mempengaruhi dalam kegiatan belajar. Di dalam belajar sangat memerlukan konsentrasi dan pemusatan penuh terhadap materi yang diajarkan guru. Namun untuk mengantisipasi serta cara untuk mendukung anak dalam hal belajar dengan perlunya orang tua mengatur yang di konsumsi dengan memberikan gizi seimbang dan sesuai kebutuhan. Orang tua harus memiliki pengetahuan luas terhadap jenis makanan yang di konsumsi dan dihindari.