rusmanjaya, dadan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU TIKUS WISTAR PADA PEMBERIAN GRAMOXONE DALAM DOSIS LD50 DAN LD100 PADA RENTANG WAKTU POSTMORTEM YANG BERBEDA rusmanjaya, dadan
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Pada postmortem terjadi beberapa proses perubahan pada tubuh. Pemberian gramoxone dengan dosis LD50 dan LD100 pada postmortem pada 0 jam, 12 jam dan 24 jam dilihat dari gambaran histopatologi. Tujuan Untuk mengetahui gambaran histopatologi paru dalam dosis LD50 dan LD100 pada rentang waktu postmortem yang berbeda ( 0 jam, 12 jam dan 24 jam). Material dan Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Keluaran (outcome) yang dinilai adalah gambaran histopatologi jaringan paru dalam dosis gramoxone LD50 dan LD100 pada rentang waktu postmortem yang berbeda ( 0 jam, 12 jam dan 24 jam). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Uji Coba Hewan Universitas Negeri Semarang, dengan 36 sampel. Gambaran histopatalogi kerusakan paru dengan kriteria modifikasi sistem skoring. Untuk melihat perbedaan diantara kelompok menggunakan uji Kruskal-Wallis, selanjutnya akan dilakukan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan antar kelompok perlakuan. Uji dikatakan signifikan bila nilai P ≤ 0,05. Hasil Penelitian Dari uji Kruskal-Wallis pada perbedaan Edema didapatkan nilai P = <0,001, pada perbedaan luas perdarahan didapatkan nilai P = <0,037, dan perbedaan penebalan septum alveoli didapatkan nilai P = <0,025, sedangkan perbedaan sebaran leukosit didapatkan nilai P = <0,239. Kesimpulan Terdapat perbedaan gambaran histopatologis paru-paru tikus wistar dengan edema, luasnya perdarahan dan penebalan septum alveoli setelah pemberian gramoxone dengan LD50 dan LD 100, kecuali untuk sebukan leukosit tidak didapatkan perbedaan yang signifikan.