Muhammad Razaq
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Knowledge Sharing Antar Mahasiswa Terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kolaboratif di Kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Dede Iklina; Muhammad Razaq; Ramdhani Purnama Agung
Jurnal Edukasi Vol 13 No 2 (2025): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v13i2.3063

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana pengaruh knowledge sharing antar mahasiswa terhadap peningkatan kualitas pembelajaran kolaboratif di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 30 responden mahasiswa dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan dua variabel utama, yaitu knowledge sharing (X) dan pembelajaran kolaboratif (Y). Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana menggunakan analisis SPSS. Hasil penelitian memperoleh bahwa knowledge sharing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembelajaran kolaboratif dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,436. Hal ini memperoleh bahwa sebesar 43,6% variasi dalam pembelajaran kolaboratif dapat dijelaskan oleh aktivitas berbagi pengetahuan antar mahasiswa. iNilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 menguatkan yang arinya hubungan antara kedua variabel signifikan secara statistik. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa proses berbagi informasi, pengalaman, dan pemahaman di antara mahasiswa menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran kolaboratif. Selain itu, peran teknologi seperti media sosial, platform digital, dan forum daring turut mendukung efektivitas knowledge sharing di lingkungan akademik. Dengan demikian, institusi pendidikan tinggi perlu mengintegrasikan strategi knowledge sharing ke dalam metode pembelajaran untuk mendorong kolaborasi yang produktif dan bermakna.
Strategi Disdukcapil Kota Tanjungpinang dalam Optimalisasi Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada Pelayanan Administrasi Kependudukan Muhammad Razaq; Muhammad Hafiz; Mohammad Fais Wira Agusrianto; Nazaki Nazaki
Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kajian.v3i2.1088

Abstract

This study is motivated by the acceleration of digital transformation in civil administration services, particularly the implementation of Digital Population Identity (IKD) as a technology-based public service innovation. Although it is designed to improve service accessibility and efficiency, the utilization of IKD has not yet been fully optimized by the community. This research aims to analyze the strategies employed by the Civil Registration and Population Administration Office (Disdukcapil) of Tanjungpinang City in optimizing the use of IKD in civil administration services. A qualitative research method with a descriptive approach was employed to obtain an in-depth understanding of the implementation strategies adopted by the institution. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that Disdukcapil Tanjungpinang implements several key strategies, including community socialization and education, improvement of digital-based service quality, collaboration with various institutions, and strengthening the capacity of service officers in assisting IKD users. However, the implementation still faces several challenges, such as low digital literacy among some citizens, limited internet access, and resistance to digital service changes. This study concludes that optimizing IKD utilization requires synergy between institutional strategies and increased public awareness. The implications emphasize the importance of strengthening digital governance policies, improving information technology infrastructure, and implementing continuous digital literacy programs to ensure more effective and equitable use of IKD.