Penelitian ini dilatar belakangi dengan permasalahan rendahnya kemampuan kognitif anak dalam berhitung dan kurang bervariasinya media pembelajaran. Sehingga anak mudah bosan dalam belajar mengenai konsep berhitung. Oleh karena itu, loose part bahan bekas digunakan untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak agar anak dapat belajar konsep berhitung dengan kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Pengaruh loose part bahan bekas terhadap kemampuan berhitung pada anak di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Padang Pariaman. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasy eksperimen. Populasi penelitian ini seluruh anak Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Padang Pariaman dengan teknik pengambilan purposive sampling, yaitu kelas B1 (Kontrol) dan B2 (Eksperimen) masing-masing berjumlah 10 anak. teknik pengumpulan data berupa tes lisan dan tes perbuatan dan teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan alat pengumpulan data digunakan lembaran pernyataan. Kemudian diolah dengan uji perbedaan (t-tes) dengan bantuan komputerisasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berhitung pada anak di kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan (pre-test) sebesar 13,3 dan pada (post-test) setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen itu meningkat menjadi 25,9. Pada kelas kontrol rata-rata pre-test 11,1 dan setelah dilakukan post-test itu sebesar 20,1. Dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh loose part bahan bekas terhadap kemampuan berhitung pada anak di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Padang Pariaman.