Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan literasi digital terhadap upaya pencegahan penyebaran hoaks di media sosial pada mahasiswa Universitas Negeri Padang. Di era digital saat ini, media sosial menjadi platform utama dalam penyebaran informasi, namun juga membuka celah luas bagi penyebaran hoaks yang dapat menyesatkan opini publik, termasuk dalam lingkungan akademik. Literasi digital menjadi kompetensi esensial untuk menghadapi tantangan ini, mencakup kemampuan dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan etis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 75 mahasiswa aktif Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2021 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner berbasis Google Form, dan data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, serta regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi digital terhadap pencegahan penyebaran hoaks. Mahasiswa yang memiliki tingkat literasi digital tinggi cenderung lebih mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi digital melalui program pendidikan berkelanjutan sangat penting dalam membentuk generasi yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab di ruang digital. Universitas sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman literasi digital guna memperkuat ketahanan informasi mahasiswa terhadap ancaman hoaks.