Permasalahan yang menonjol dikalangan remaja yaitu seputar permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja (TRIAD KKR). Tingginya masalah kesehatan reproduksi baik masalah kehamilan yang tidak didinginkan maupun penyakit HIV/AIDS terjadi karena kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi. Survey yang dilakukan oleh SDKI pada tahun 2022 mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), menyebutkan 73,46% pada remaja dan 75,6% pada usia 15-19 tahun tingkat pengetahuan remaja dalam hal kesehatan reproduksi terbilang minim.Tujuan penelitin ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan metode audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah Pra eksperimen menggunakan One group pretest-posttest. menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan frekuensi responden dominan memiliki usia 14 – 17 tahun yaitu sebanyak 66 responden (68,7%). Hasil pengukuran pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dominan terdapat pada kategori kurang sebanyak 80 responden (83,3%) dan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan dominan terdapat pada kategori baik sebanyak 86 responden (89,6%) . Hasil Analisa statistic menunjukkan nilai probability (p) sebesar 0,000 (p<0,005) yang berarti ada pengaruh penyuluhan dengan metode audio-visual terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswa SMP Muhammadiyah Purwojati. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh penyuluhan dengan metode audio-visual terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswa SMP Muhammadiyah Purwojati. Diharapkan pihak sekolah dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja ( KRR) dengan pemberian penyuluhan menggunakan media video audio visual.