Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potensi Likuifaksi dengan menggunakan Metode Simplified Seed dan Liquefaction Potential Index Putri Angraini, Dila; Oktavia Andreas, Laras
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30520

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang terletak pada wilayah cincin api, memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi yang dapat memicu fenomena likuifaksi, khususnya pada daerah dengan jenis tanah berpasir dan jenuh air. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP), yang berlokasi di kawasan Air Tawar Kota Padang, memiliki karakteristik tanah berupa pasir lanauan yang sangat rentan mengalami likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi di kawasan tersebut menggunakan Metode Simplified Seed dan Liquefaction Potential Index (LPI), guna mendukung mitigasi bencana serta perencanaan dan pengembangan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sekunder berupa hasil uji Standar Penetration Test (SPT), data kedalaman muka air tanah, serta nilai percepatan tanah maksimum (PGA) sebesar 0,6 g. Metode Simplified Seed digunakan untuk menghitung Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Ratio (CRR), dan Safety Factor (SF) pada setiap lapisan tanah hingga kedalaman 20 meter. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lapisan tanah memiliki nilai safety factor kurang dari 1, yang berarti berpotensi mengalami likuifaksi saat terjadi gempa bumi. Selanjutnya, hasil perhitungan LPI menunjukkan nilai indeks di atas 15, yang mengindikasikan potensi likuifaksi sangat tinggi pada lokasi penelitian. Temuan ini menegaskan perlunya penerapan langkah mitigasi berupa perbaikan tanah dan perencanaan struktur bangunan yang lebih tahan terhadap deformasi tanah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak universitas dan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pembangunan yang lebih aman, sehingga dapat meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa di wilayah rawan bencana.
Effectiveness of Earthquake-Resistant Housing Training in Enhancing Disaster Mitigation Understanding among Vocational School Teachers Oktavia Andreas, Laras; Fitra Rifwan; Agri Americo Agamuddin; Keprila Prima, Fani; Prita Melinda, Annisa
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v7i2.92444

Abstract

Background: Several studies indicate that teachers still have limited comprehension of reinforcement detailing, structural behaviour, and the application of SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019. These limitations highlight the need for practical, hands-on training that strengthens both conceptual knowledge and technical construction skills, particularly for simple residential structures that frequently experience seismic damage. Methods: This study employed a descriptive qualitative approach to analyse the implementation and results of socialization activities and training on earthquake-resistant housing for teachers in the construction and property engineering department at SMK Negeri 1 Padang. Data collection was conducted through direct conceptual socialization, documentation, and participant engagement notes. The training consisted of conceptual socialization, demonstrations of the use of structural teaching aids such as a type 36 house model and reinforcement assemblies, hands-on practice, and field simulations designed to connect theoretical concepts with real-world practice. Results: The result of this study indicates that the practice-oriented training model is a valuable strategy to improve the competence and teaching skills of vocational teachers in earthquake-resistant housing construction and is proven to be effective in strengthening their contribution to disaster mitigation efforts. Conclusion: The training activity significantly improved teachers’ understanding of building structural components, reinforcement techniques, and basic load flow mechanisms in earthquake-resistant housing construction. Teachers’ active involvement in concepts and enabling them to apply construction principles in accordance with SNI. The collaborative learning environment provided a platform for the exchange of experiences among teachers, and field simulations also strengthened the connection between theoretical understanding and field processes.