Fabric slashing merupakan salah satu teknik memanipulasi kain dengan cara menumpuk beberapa kain, kemudian dijahit dan digunting beberapa lapis dengan meninggalkan satu lapisan paling akhir tetap utuh sebagai base. Teknik ini berfokus pada mengubah tekstur kain menjadi bentuk dan warna yang bisa dikreasikan dengan beragam. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data mengenai ragam visual tekstur dari teknik fabric slashing berdasarkan penggunaan beberapa jenis material. Metode yang digunakan berupa eksperimen, dengan variabel tetap berupa kain drill sebagai base, dan variabel bebas sebagai layer/stack yaitu drill, canvas, tafeta, dan katun toyobo. Jarak stitch yang digunakan sebesar 1,5 cm, jumlah lapisan 5 layer dengan arah bergelombang. Parameter yang ditinjau dalam eksperimen yaitu hasil lekukan, ketebalan tumpukan kain, dan berat material hasil fabric slashing. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa hasil akhir fabric slashing dengan uji coba material kain drill menghasilkan lekukan yang lebih kaku, tumpukan kain lebih berat, dan lebih tebal. Hasil dari ujicoba kain canvas cukup kaku, berat dan tebal. Hasil ujicoba toyobo menghasilkan lekukan yang tidak terlalu kaku, tumpukan kain tidak tebal dan ringan. Hasil ujicoba material taffeta menghasilkan lekukan yang sedikit kaku, tumpukan kain cukup tebal dan cukup berat (sedang). Hasil dari temuan ini dapat digunakan dalam pemilihan material untuk produk fashion ataupun hiasan yang menerapkan fabric slashing sebagai teknik manipulating fabric.