Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS BENTUK DAN FUNGSI SYAIR ADAT “WETA LAWE” DALAM PROSES PEMBUKAAN KEBUN PADA MASYARAKAT TANARAWA (TANAH AI) MENGGUNAKAN PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA Suci, Theresia Maria Cita
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2122

Abstract

Theresia Maria Cita Suci. Analisis Bentuk dan Fungsi Syair Weta Lawe dalam Pembukaan Kebun pada Masyarakat Tana Ai ( Tanarawa ). Skripsi. Maumere: Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora IKIP Muhammadiyah Maumere, 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi dari syair adat weta lawe dalam pembukaan kebun pada masyarakat Tanarawa (Tana Ai). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanarawa yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Waiblama yang berjarak sekitar 57,6 kilometer dari kota Maumere. Sumber data primer dalam penelitian ini yakni tuturan yang disampaikan tua adat. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang mendukung yang diambil dari sumber lain seperti artikel web. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu syair weta lawe terdiri dari 4 bait, bait pertama terdiri dari 3 larik, bait kedua terdiri dari 7 larik, bait ketiga terdiri dari 2 larik, baris keempat terdiri dari 2 larik. Setiap baris terdiri dari 4-8 kata, dan 8-16 suku kata, berisi permohonan kepada sang pencipta, alam, dan leluhur. Mengandung fungsi estetis, didaktif, dan religius. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa berdasarkan bentuknya syair adat weta lawe terdiri dari 4 bait, 14 larik, 8-13 suku kata, dan berpola sajak bebas yaitu a-b-c, a-b-c-d-e-b-b, a-b, a-b sedangkan berdasarkan fungsinya syair adat weta lawe mengandung fungsi estetis, didaktif, dan religius