Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam relevansi Tradisi Tumbilotohe untuk penguatan civic culture di era modern dengan menjadikan tradisi tersebut sebagai pintu masuk untuk memahami hubungan antara warisan budaya lokal dan pembentukan karakter kewargaan masyarakat Gorontalo. Metode dalam penelitian ini kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi langsung pelaksanaan Tumbilotohe, wawancaradan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tumbilotohe masih berfungsi sebagai warisan budaya penting karena memuat nilai religius, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta ikatan kekeluargaan yang kuat, yang secara nyata tercermin dalam praktik gotong royong, kebiasaan berkumpul, dan simbol lampu sebagai representasi kehidupan dan penghormatan bagi anggota keluarga yang telah tiada. Selain itu juga, bahwa proses modernisasi, melalui pergeseran penggunaan lampu tradisional ke lampu hias modern dan semakin dominannya unsur hiburan seperti konser dan tontonan estetis telah mengaburkan sebagian esensi spiritual dan sosial Tumbilotohe, sehingga tradisi berpotensi direduksi menjadi sekadar perayaan seremonial dan atraksi visual. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketegangan antara pelestarian makna dan tuntutan modernitas. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya upaya sadar dan terarah dari masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk melestarikan tidak hanya bentuk luar tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali makna filosofisnya melalui edukasi, internalisasi nilai, dan revitalisasi praktik sosial, agar Tumbilotohe tetap berperan sebagai penopang jati diri budaya dan kohesi sosial masyarakat Gorontalo di tengah arus perubahan zaman.