Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan dan Simulasi Kompressor Sentrifugal dengan fluida SCO-2 Pada Siklus Brayton Regeneratif Gunawan, Gad; Permana, Diki Ismail
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.112

Abstract

 Di Indonesia, terdapat potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang cukup besar dan beragam. Salah satu sumber energi terbarukan yang tersedia adalah biomassa. Pemanfaatan Siklus Brayton dengan karbon dioksida sebagai fluida kerja pada fase superkritis merupakan salah satu metode pemanfaatan biomassa. Karena karbon dioksida tersedia secara luas di Bumi dan memiliki kepadatan tinggi pada fase superkritis, mesin turbo kompak dapat digunakan. Hal ini memungkinkan desain turbin, kompresor, dan alternator yang kecil. Keuntungan Siklus Brayton adalah penggunaan regenerator untuk pemulihan panas di sisi keluar turbin. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membangun kompresor sentrifugal untuk Siklus Regeneratif Brayton. Output bersih kompresor yang diharapkan adalah 40 kW pada 70.000 rpm. Fluida kerja karbon dioksida superkritis (S-CO2) yang digunakan dalam siklus regeneratif Brayton ditujukan untuk temperatur masuk turbin 800 K, temperatur masuk kompresor 320 K. Menurut desain siklus, turbin dan kompresor memiliki daya masing-masing sebesar 113,84 kW dan 60,53 kW. Pendekatan desain geometris yang digunakan sejalan dengan beberapa literatur terkait penelitian. Hasil desain kompresor kemudian disimulasikan oleh computational fluid dynamic (CFD). Berdasarkan temuan pemodelan CFD, kompresor sentrifugal membutuhkan daya sebesar 69,89 kW dengan efisiensi isentropik sebesar 60,03 persen pada kondisi desain. Daya bersih yang dihasilkan sebesar 43,39 kW berdasarkan hasil simulasi CFD. Kata kunci: siklus Brayton, karbon dioksida superkritik, kompreso, perancangan dan simulasi Abstract In Indonesia, there is a substantial and varied potential for new and renewable energy. One of the renewable energy sources that is present practically everywhere is biomass. Utilizing the Brayton Cycle with carbon dioxide as the working fluid in the supercritical phase is one method of utilising biomass. Because carbon dioxide is widely available on Earth and has a high density in the supercritical phase, compact turbomachinery can be used. This allows for the small design of the turbine, compressor, and alternator. The Brayton Cycle's advantage is the employment of a regenerator for heat recovery on the turbine's exit side. The purpose of this project is to build a centrifugal compressor for the Regenerative Brayton Cycle. The intended net output of the compressor is 40 kW at 70,000 rpm. The supercritical carbon dioxide working fluid (S-CO2) used in the regenerative Brayton cycle is intended for turbine inlet temperatures of 800 K, compressor inlet temperatures of 320 K. According to the cycle's design, the turbine and compressor have respective powers of 113.84 kW and 60.53 kW. An approach to geometric design is used that is in line with some of the research-related literature. The outcomes of the compressor design are then subjected to CFD simulations. According to the CFD modeling findings, the centrifugal compressor requires 69.89 kW of power with an isentropic efficiency of 60.03 percent under design conditions. The net power produced is 43.39 kW based on the outcomes of the CFD simulation. keywords ; Brayton cycle, supercritical karbon dioxide, compressor, design and simulation
Implementasi Reliability Centered Maintenance (RCM) Berbasi Analisis Kuantitatif Vibrasi dan Infrared Thermography Pada Pompa Sentrifugal Untuk Meningkatkan Keandalan Sistem Samloy, Marscel Alpharo; Shidiq, Ahmad; Joenoes, Ahmad Taufik; Permana, Diki Ismail
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7393

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan peralatan vital dalam sistem industri yang berperan penting dalam menjaga kontinuitas proses produksi. Peralatan ini rentan terhadap berbagai kegagalan mekanis, seperti mass imbalance, misalignment, dan kerusakan bearing. Gangguan tersebut umumnya ditandai dengan meningkatnya tingkat getaran serta munculnya anomali temperatur pada komponen utama, yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan kinerja hingga kegagalan sistem. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemeliharaan yang tepat untuk mendeteksi kerusakan sejak dini secara akurat dan sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) berbasis pendekatan kuantitatif melalui integrasi analisis vibrasi dan Infrared Thermography. Pengukuran getaran dilakukan untuk mengidentifikasi spektrum frekuensi dominan, yang kemudian dibandingkan dengan standar ISO 10816-3 dalam mengevaluasi tingkat keparahan getaran mesin. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai getaran berada pada zona C (kelas 3), yang mengindikasikan adanya potensi mass imbalance pada sistem pompa. Selanjutnya, analisis Infrared Thermography dilakukan dengan mengacu pada standar ISO 18434-2 untuk mendeteksi distribusi temperatur pada area bearing housing dan coupling. Hasil pengamatan menunjukkan adanya pola pemanasan asimetris yang mengindikasikan potensi misalignment serta degradasi pelumasan. Integrasi kedua metode condition monitoring dalam kerangka RCM mampu meningkatkan ketepatan identifikasi failure mode, mengoptimalkan interval pemeliharaan, serta mendukung peningkatan keandalan dan efisiensi operasi pompa sentrifugal secara berkelanjutan dan optimal.