Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA TRADISI KASARAKA SEBAGAI KOMUNIKASI RITUAL MASYARAKAT MUNA (Studi Kasus di De sa Oelongko, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna) La Iba, Hersan Muh Najib Husain
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 3, No 2 (2018): Edisi April
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.661 KB) | DOI: 10.52423/jikuho.v3i2.5091

Abstract

HERSAN Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Stambuk C1D1 14 198 dengan judul skripsi  Makna Tradisi Kasaraka Sebagai Komunikasi Ritual Masyarakat Muna (Studi Kasus Di Desa Oelongko, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna) Pembimbing: (I) Dr. Muh. Najib Husain, S.Sos.,M.Si (II) La Iba, S.IP.,M.Si.             Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Bentuk dan Makna Tradisi Kasaraka Sebagai Komunikasi Ritual Masyarakat Muna. Sedangkan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Bentuk dan Makna Tradisi Kasaraka Sebagai Komunikasi Ritual Masyarakat Muna. Penelitian ini menggunakan teori Semiotika (Roland Barthes 1980) yaitu ilmu yang membahas tentang tanda atau simbol.Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan gambaran yang jelas dan terperinci mengenai Bagaimana Bentuk dan Makna Tradisi Kasaraka Sebagai Komunikasi Ritual Masyarakat Muna. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa maknakomunikasi dalam ritual Kasaraka adalah komunikasi yang terkandung dalam mantra pada pelaksanaan Kasaraka bahwa dukun kebun (Parika) berdoa kepada Allah SWT agar ketika jagung sudah dipanen dan ditempatkan yang sudah disediakan, maka jagung pun diharapkan dapat terhindar dari gangguan bhinte atau jin dan apabila mendapatkan gangguan akan dibalaskan tujuh kali lipat dari yang hilang. Sedangkan bentuk ritual Kasaraka diwakili dengan adanya peralatan dalam ritual yang digunakan dalam proses pelaksanaan Kasaraka diantaranya Daun pohon Sio yaitu suatu jenis pohon yang cepat kering airnya jika dipotong, maknanya adalah ketika jagung dipanen tidak akan cepat habis hasil yang di panen. Daun pohon Sio berjumlah 5 (lima) lembar sebagai perumpamaan dari 4 (empat)  sudut mata angin dan 1 (satu) ditengah-tengah lahan perkebunan. Batu kecil (Kontu Karubu) maknanya agar tumbuhan yang ditanam cepat mengeras. Kariwu-riwu melambangkan bahwa jagung yang dikumpul nanti dapat membawakan hasil yang banyak seperti halnya bunga tumbuhan Kariwu-riwu. Tulangkani digunakan sebagai pengikat Kasaraka yang dianggap paling kuat. Korope maknanya adalah agar hasil panen tetap berkumpul satu tempat. Lakoora yaitu tumbuhan yang hidup ditempat-tempat yang sejuk selain itu mempunyai makna agar hasil panen tidak ke mana-mana. Kata Kunci: Tradisi Kasaraka, Komunikasi Ritual, Masyarakat Muna.