Azizatussaadah, Maya Ummi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI, MOTIVASI, DAN KINERJA GURU MENJADI PENDIDIK YANG PROFESIONAL PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SULTAN AGUNG PARUNGPANJANG BOGOR JAWA BARAT Azizatussaadah, Maya Ummi
JURNAL ASIK Vol 2 No 1 (2024): Jurnal ASIK: Jurnal Administrasi, Bisnis, Ilmu Manajemen & Kependidikan
Publisher : BAIK Publishers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59639/asik.v2i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi peningkatan kompetensi, motivasi, dan kinerja guru menjadi pendidik yang professional pada Sekolah Menengah Kejuruan Sultan Agung Parungpanjang Bogor Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan Teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Langkah strategis yang dilakukan oleh menejemen SMK Sultan Agung untuk meningkatkan kompetensi terhadap profesionalitas kinerja guru yaitu dengan diadakannya pelatihan In House Training (IHT). Pelatihan tersebut menjadi acuan untuk mengevaluasi program-program yang sudah direncanakan dan mencapai tujuan dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu mejadikan guru di SMK Sultan Agung menjadi guru yang professional. (2) Setelah dilakukan observasi dan wawancara terkait dengan pertanyaan ini dan mendapatkan berbagai macam pernyataan terkait dengan motivasi kerja guru di SMK Sultan Agung, bahwa pada kenyataannya motivasi kerja guru di SMK Sultan Agung dinilai cukup. Dengan arti, bahwa motivasi kerja harus selalu ditingkatkan dalam berbagai kondisi dan situasi yang dihadapi oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru baik internal dari dalam diri guru tersebut, maupun eksternal harus diatasi dengan baik dan tepat. (3) Peningkatan terkait kompetensi, motivasi dan kinerja guru menjadi pendidik yang professional dibutuhkan dukungan serta aktualisasi terhadap kebutuhan yang harus dipenuhi. Sebagai acuannya melaksanakan kegiatan pelatihan yang disebut in House Training (IHT), melaksanakan kegiatan seminar pembelajaran, memberikan reward dan punishment terkait dengan guru yang dinyatakan lulus evaluasi dan pembelajaran bagi yang tidak disiplin serta tidak mentaati peraturan ataupun tatatertib yang berlaku. (4) Hal ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan terkait menjadi guru atau pendidik yang professional. Sehingga manfaat dari tercapainya kompetensi, motivasi, dan kinerja guru menjadi syarat mutlak, bukan lagi penting. Karena, syarat ini menjadi tolak ukur terhadap terwujudnya guru yang professional di bidangnya.