Muhammad Ni'am Masrukhil Hadi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Mimbar ke Media: Adaptasi Dakwah Fiqih Klasik Pondok Pesantren Lirboyo di Era Digital M. Rizqy Zamiluddin A; Muhammad Ni'am Masrukhil Hadi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i1.9597

Abstract

Artikel ini membahas peran strategis Pondok Pesantren Lirboyo dalam menyebarkan ajaran fiqih klasik di era digital melalui studi kasus pada unit media LIM Production. Penelitian ini dilatarbelakangi dari tantangan institusi pendidikan Islam tradisional untuk beradaptasi dengan lanskap media kontemporer agar tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang dijalankan pesantren dalam memanfaatkan media digital sekaligus menganalisis keterlibatan audiens dalam proses dakwah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa peran strategis Lirboyo diwujudkan melalui dua pilar utama: (1) fleksibilitas institusional dengan cara mengadaptasi format dakwah konvensional ke platform digital populer serta mengkontekstualisasikan ajaran kitab klasik agar relevan dengan isu-isu modern; dan (2) pembangunan budaya partisipatif yang menempatkan audiens sebagai subjek aktif dalam pembentukan konten. Sinergi antara fleksibilitas institusional dan partisipasi audiens melahirkan ekosistem dakwah yang dialogis, interaktif, dan efektif di ruang digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi hubungan sinergis antara fleksibilitas dakwah dan budaya partisipatif sebagai kunci keberhasilan dakwah digital di pesantren.   This article discusses the strategic role of Pondok Pesantren Lirboyo in disseminating classical fiqh teachings in the digital age through a case study of the LIM Production media unit. This research was motivated by the challenges faced by traditional Islamic educational institutions in adapting to the contemporary media landscape in order to remain relevant amid changing patterns of information consumption. This study aims to identify the communication strategies implemented by Islamic boarding schools in utilizing digital media while analyzing audience engagement in the da'wah process. The method used in this study is qualitative with a case study approach through in-depth interviews, observation, and documentation. This study found that Lirboyo's strategic role is realized through two main pillars: (1) institutional flexibility by adapting conventional da'wah formats to popular digital platforms and contextualizing classical teachings to be relevant to modern issues; and (2) the development of a participatory culture that places the audience as active subjects in content creation. The synergy between institutional flexibility and audience participation has given rise to a dialogical, interactive, and practical preaching ecosystem in the digital space. The novelty of this research lies in identifying the synergistic relationship between preaching flexibility and participatory culture as the key to the success of digital preaching in Islamic boarding schools.