Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RUPTUR SEPTUM VENTRIKEL TIPE II PADA PASIEN STEMI ANTERIOR ONSET LAMBAT TANPA TERAPI FIBRINOLITIK : SEBUAH LAPORAN KASUS JARANG Josafat Pondang; Affan Rayhan Ismail; Ghazy Wira Pradipta
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1130

Abstract

Ruptur septum ventrikel (VSR) adalah salah satu komplikasi mekanis yang fatal setelah Infark Miokard Akut (AMI). Meskipun RSV merupakan kondisi yang jarang terjadi, komplikasi ini dikaitkan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Mortalitas pada pasien RSV yang tidak menjalani operasi atau penutupan alat berkisar antara 46-90%. Seorang laki-laki berusia 75 tahun datang ke IGD dengan keluhan utama nyeri dada tengah menjalar ke punggung disertai sesak nafas selama 3 hari. Dari pemeriksaan jantung ditemukan murmur pada PSM 4/VI LLSB, kardiomegali. Pasien didiagnosis STEMI Anterior dengan gelombang Q patologis pada V6 dan Elevasi ST pada V2-V6. Dari pemeriksaan ekokardiografi diperoleh LVH Concentric dengan kelainan gerak dinding segmental, EF 40% (Simpson). Pasien tidak menjalani terapi reperfusi karena hemodinamiknya tidak stabil. VSR pasca MI terjadi pada 1-3% pasien STEMI yang tidak menjalani terapi reperfusi.Ruptur tipe 2 berhubungan dengan infiltrasi neutrofil dan nekrosis koagulasi.Pasien mengalami VSR apikal karena infark anterior yang luas dan erosi miokard, yang mengakibatkan pirau Kiri ke Kanan. Diperlukan strategi pemantauan hemodinamik yang ketat dan terapi bedah invasif harus dilakukan segera setelah terjadi perbaikan hemodinamik.