Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN UNTUK BERBELANJA ONLINE ( STUDI PADA MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI KELING KUMANG SEKADAU) Bertus AS, Adil; Elvi, Fitria; Sabela, Florentina Neneng
Jurnal Ekonomi Integra Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Ekonomi Integra
Publisher : STIE 'INDONESIA' Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51195/iga.v14i1.338

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi minat beli masyarakat untuk berbelanja online. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Institut Teknologi Keling Kumang yang dijadikan populasi dan sampel. Adapun faktor-faktor yang penulis gunakan untuk menguji minat beli konsumen diantaranya yaitu kenyamanan, kelengkapan informasi, ketersediaan produk dan jasa, serta efisiensi biaya dan waktu. Titik fokus atau sasaran dari dilakukannya penelitian ini adalah dengan mengamati tingginya minat masyarakat untuk berbelanja produk secara online. Secara umum, masyarakat (mahasiswa ITKK) lebih senang berbelanja online. Berbelanja produk secara online memberikan kemudahan baik dalam mencari produk, maupun dari segi biaya atau harga beli produk yang tentunya lebih terjangkau. Berbelanja online dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, sehingga waktu lebih efisien. Oleh karena itu, berbelanja online merupakan salah satu alternatif yang banyak dipilih oleh masyarakat saat ini. Metode yang digunakan penulis untuk melakukan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengolahan data yang sudah diperoleh adalah dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil pengolahan data mengunakan SPPS 27. V yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa kenyamanan, kelengkapan informasi, ketersediaan produk dan jasa, serta efisiensi biaya dan waktu berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen dalam studi kasus yang diambil pada mahasiswa ITKK. Namun tidak semuanya berpengarus secara signifikan, hanya saja kenyamanan dan efisiensi biya dan waktu yang berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dengan berbelanja secara online.
REWARDS, PUNISHMENTS, AND EMPLOYEE PERFORMANCE: THE MEDIATING ROLE OF DISCIPLINE IN CREDIT UNIONS IN WEST KALIMANTAN Bertus AS, Adil; Elvi, Fitria; Masiun, Stefanus
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 2 (2026): Volume 10, Nomor 2, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i2.54357

Abstract

Good performance reflects staff effectiveness at work, which can be achieved through disciplined behavior. However, disciplined behavior is shaped by policies related to rewards and punishments for staff. The purpose of this study is to examine the impact of rewards and punishments on the performance of Credit Union staff, with discipline as a mediating factor. The sample in this study consisted of 160 staff members from 78 branches of the Credit Union. The method employed was SEM-PLS 4.0. The findings demonstrate that disciplined behavior has a significant effect on staff performance, and the implementation of punishment significantly affects staff discipline. However, punishment does not directly influence performance, meaning it alters disciplined behavior but does not immediately improve work outcomes. Indirectly, however, punishment, through its effect on discipline, significantly influences staff performance. Meanwhile, the reward system implemented does not affect either disciplinary behavior or staff performance at Credit Union. Furthermore, indirectly, the reward system mediated by discipline also shows no significant effect on staff performance. The novelty of this study lies in the finding that the punishment system has a significant indirect effect on performance through discipline, whereas rewards do not exert any influence, either directly or indirectly. This finding challenges the prevailing assumption in human resource management, which tends to position rewards as the primary driver of performance improvement, particularly within the context of Credit Union organizations.