Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Inovasi Teknologi Pasca Panen Tanaman Wortel dalam Manajemen Agribisnis Berkelanjutan manuhutu, Elia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i4.26

Abstract

Pendahuluan: Pembangunan pertanian berkelanjutan melalui penerapan Inovasi Teknologi Pasca Panen sangat nyata berpengaruh dalam pengembangan tersebut, pengenalan teknologi pasca panen khususnya pasca panen wortel sangat membantu dalam menjaga kualitas dan mutu hasil panen wortel, hal ini berdampak bagi pendapatan dan kesejahteraan petani. Tujuan: Salah satu penggerak penerapan inovasi teknolgi pasca panen adalah dengan dilakukannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan memperkenalkan inovasi teknologi pasca panen dalam menjaga kualitas dan mutu dari tanaman wortel, sehingga berdampak pada pemasaran. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menemukan masalah, menemukali potensi, menganalisis masalah dan potensi, serta memilih solusi pemecahan masalah. Peserta dalam kegiatan PkM ini adalah Kelompok tani “Esa Genang Leos” di kelurahan Rurukan Kota Tomohon, dengan kegiatan ini hasil yang diperoleh adalah pengetahuan dan potensi pengembangan teknologi pasca panen tanaman worten pada kelompok tani tersebut, dan adanya bentuk Kerjasama lebih lanjut dalam pengembangan teknologi pasca panen kelompok tani “Esa Genang Leos”. Hasil: Dari hasil kegiatan ini maka dapat disimpulkan Pentingnya pengembangan ivonasi teknologi pasca panen pada setiap sector pertanian khususnya pada tanaman wortel sangat penting untuk dilakukan dalam membantu kelompok tani di kelurahan rurukan kota tomohon, hal ini akan sangat berdampak pada kualitas dan mutu dari tanaman tersebut sehingga dalam dukungan pembangunan pertanian berkelanjutan akan tercapai. Kesimpulan: Pengembangan inovasi teknologi pasca panen tersebut sangat diharapkan pada setiap program PkM yang dilakukan baik dari praktisi keilmuan maupun narasumber lain yang berkompeten dalam menunjang pembangunan pertanian berkelanjutan.
Pemberdayaan Petani di Kota Tomohon Untuk Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi melalui Implementasi Mesin Pencuci Wortel Serta Inovasi Pemasaran Pontoan, Karen; Manuhutu, Elia; Polan, Thresia
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3743

Abstract

Kelompok tani Esa Genang Leos merupakan salah kelompok tani yang berlokasi di Kelurahan Rurukan Kota Tomohon, dengan komoditas utama yang dihasilkan adalah wortel. Berdasarkan analisis situasi terhadap kondisi kelompok maka ditemukan permasalahan utama pada bidang produksi meliputi proses pencucian wortel yang tidak efisien karena masih dilakukan secara manual, sehingga berdampak pada kapasitas produksi yang rendah, serta pengelolaan air yang tidak tepat guna. Permasalahan selanjutnya pada bidang pemasaran, yaitu lemahnya strategi pemasaran, serta rendahnya keterampilan mitra dalam memberikan nilai tambah pada produk sebelum dipasarkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi, penerapan teknologi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil dari program pengabdian ini menunjukkan peningkatan level keberdayaan mitra pada aspek produksi, yaitu terjadi peningkatan kapasitas produksi karena proses pencucian wortel menjadi lebih efisien yaitu kurang dari 15 menit untuk satu kali pencucian. Kondisi ini kemudian berdampak pada meningkatnya kapasitas produksi wortel bersih menjadi lebih dari 80% jika dibandingkan dengan pencucian secara manual, dan penggunaan air untuk proses pencucian menjadi lebih kecil, yaitu kurang lebih 30 Liter untuk satu kali pencucian. Program ini juga menghasilkan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra terkait strategi pemasaran wortel maupun produk hortikultura lainnya. Pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra dalam hal pengemasan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing pemasaran produk juga mengalami peningkatan lebih dari 90% dibandingkan penilaian saat pre-test.