Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pertunjukan Wayang Potehi Dan Wayang Daun Sebagai Media Dalam Pembentukan Karakter Budaya Lisan Depok Jawa Barat Muhammad Iqbal, Gusti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i3.930

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pertunjukkan wayang potehi dan wayang daun sebagai media dalam pembentukan karakter budaya lisan Depok Jawa Barat. Dalam penelitian ini membahas mengenai wayang potehi dan wayang daun yang merupakan kedua kebudayaan yang mampu bertahan di era globalisasi masa sekarang ini sebagai sesuatu yang digandrungi di masa perannya kedua wayang sangat menentukan bagaimana jiwa masyarakat Depok itu sendiri. Perayaan pecinaan atau hari besar orang Tionghoa menjadi tonggak sejarah setelah sebelumnya tidak diperbolehkan untuk dipertunjukkan. Kegiatan pelarangan yang massive menyebabkan mereka kehilangan rasa dan karsa dalam jiwa pemain wayang orang tersebut. Berbeda halnya dengan wayang daun sendiri hadir karena adanya inovasi dari wayang-wayang sebelumnya, hal ini merupakan hal baru yang ada di dalam dunia pewayangan karena terbuat dari daun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yakni menggunakan hasil data berupa buku, jurnal, artikel, internet dan bahkan pula melakukan wawancara di lapangan penelitian. Data yang diperoleh dari lapangan penelitian kemudian disajikan dengan apa adanya sehingga data yang diperoleh tidak jauh berbeda dengan lapangan penelitian. Dengan metode tersebut diharapkan mampu menjawab rumusan masalah yang telah disusun yakni 1) Mengapa wayang potehi dan wayang daun tetap eksis hingga saat ini ? 2) Bagaimana peranan masyarakat dan komunitas pecinta wayang dalam melestarikan wayang potehi dan wayang daun ? 3) Apa implikasi yang diperoleh dari kedua wayang tersebut ?. Dengan adanya pertanyaan tersebut mampu memberikan jawaban yang efesien dalam membahas wayang potehi dan wayang daun terutama dalam eksistensi kedua wayang tersebut dan pembentukan karakter melalui budaya lisan.