Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Pasien Perforasi Septum di RSUP Hasan Sadikin Juni 2019 – Juni 2024 Permatasari, Amanda Putri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4355

Abstract

Latar belakang: Perforasi septum hidung adalah terbentuknya lubang pada septum sehingga terjadi komunikasi antara lubang hidung kiri dan kanan. Perforasi dapat terjadi akibat komplikasi pembedahan, nasal trauma/fraktur, infeksi, atau penyakit autoimun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan etiologi dan karakteristik klinis perforasi septum hidung. Metode: Sebelas pasien dengan perforasi septum hidung didiagnosis antara Juni 2019 – Juni 2024 di Departemen Poli Telinga, Hidung, Tenggorokan – Kepala dan Leher. Catatan medis pasien ditinjau secara retrospektif untuk mengamati etiologi, manifestasi klinis, dan tatalaksana pasien. Hasil: Pasien dengan perforasi septum hidung didominasi pria dengan rata-rata usia 40,2 tahun. Penyebab perforasi septum tersering berhubungan dengan infeksi (27,3%), keganasan (27,3%), dan operasi hidung (18,2%). Hidung tersumbat merupakan keluhan tersering (9 pasien; 85%), diikuti oleh pembentukan krusta (5 pasien; 46,7%), dan epistaksis (4 pasien; 38,3%). Pada penelitian ini, klasifikasi perforasi septum terdiri dari derajat kecil dan sedang. Seluruh pasien menjalani operasi dengan teknik tersering menggunakan advancement flap. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar perforasi septum disebabkan oleh infeksi dan keganasan. Pasien yang tidak berespon terhadap manajemen konservatif dapat dilakukan tindakan operasi.