Transformator tipe kering menghadapi tantangan utama terkait kenaikan temperatur, rugi-rugi daya akibat temperatur tinggi, serta potensi kegagalan isolasi yang dapat menyebabkan kerusakan, gangguan pasokan daya, hingga penggantian unit. Untuk mengatasi permasalahan ini, berbagai metode diagnostik digunakan, termasuk pengukuran Transformer Turn Ratio (TTR), Winding Resistance, Insulation Resistance, dan Polarity Index. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi operasional transformator tipe kering berusia 35 tahun dengan kapasitas 2000 kVA, 20/0,4 kV, menggunakan metode diagnostik berbasis pengukuran. Pengujian dilakukan secara off-line dengan konfigurasi rangkaian terbuka menggunakan peralatan berakurasi tinggi, yaitu Omicron CPC 100 dan Megger MIT1025. Hasil pengukuran dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh International Electrical Commission (IEC), Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), serta American National Standards Institute (ANSI). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai deviasi TTR berada dalam rentang 0,01% hingga 0,05%, yang masih berada di bawah batas maksimum deviasi sebesar 0,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa transformator masih dalam kondisi baik. Selain itu, hasil Polarity Index berkisar antara 2,41 hingga 4,35, yang memenuhi standar ANSI C57.125-1991, yaitu di atas nilai minimum 2,00, sehingga menunjukkan bahwa kondisi isolasi transformator masih dalam kategori aman. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa transformator yang diuji masih dalam kondisi layak operasi berdasarkan parameter diagnostik yang telah diukur.