Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Good Quality of Life of Breast Carcinoma with Aggressive Metastasis to Multilevel Vertebrae: A Case Report Mannagalli, Yusuf; Kirana, Ignatia Rosalia; Niatazya, Arindita; Utami, Lusyhandri Wiga; Pratiwi, Dwirani Rosmala
Indonesian Journal of Cancer Vol 18, No 2 (2024): June
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v18i2.1148

Abstract

Introduction: Bone is one of the most common metastase sites in breast cancer after lung and liver. Spinal involvement is regarded as an aggressive form of bone metastases due to the risk of neurological dysfunction and paralysis resulting in pain and disability. Therefore, the presence of spinal metastases in breast cancer usually worsens the quality of life (QoL) of patients. This is a persisting challenge in palliative care which aims to improve QoL and provide pain relief. In this case, we reported a 56-year-old female with end-stage breast cancer and extensive spinal involvement who had good QoL based on subjective and objective assessment. Case Presentation: A 56-year-old patient complained of pain in the left breast and back. Physical, imaging, and histopathology examination concluded that the patient suffered from stage IV breast cancer spreading to cervical and lumbal vertebrae, however, the patient reported minimal disturbances in daily activity despite the pain. Objective assessment of quality of life was done using EORTC QLQ-C30, QLQ-BM22, and QLQ-BR23, which revealed a high level of global health status exceeding average breast cancer patients. The high QoL observed in our patient could be attributed to effective symptom management, strong social support, and resilience in coping with the challenges of breast cancer. Conclusions: Continuous psychosocial support, effective symptom management, and strengthening individual resilience have the potential to improve the quality of life in breast cancer patients with spinal metastases.
Hubungan Frekuensi Kemoterapi dan Kecemasan dengan Asupan Energi-Protein Pasien Kanker Payudara di RS Onkologi Surabaya: The Relationship between Chemotherapy Frequency and Anxiety with Energy-Protein Intake among Breast Cancer Patients at Surabaya Oncology Hospital Maliha, Naura Widya; Ruhana, Amalia; Kurnia, Eva Sujiati; Putri, Safiera Acmelia Agung; Utami, Lusyhandri Wiga; Kirana, Ignatia Rosalia
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 4 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.4.296-304

Abstract

Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan bagi pasien kanker. Frekuensi kemoterapi yang tinggi cenderung disertai dengan efek samping yang berat pada pasien kanker, salah satunya penurunan nafsu makan. Kanker dan pengobatannya juga memberikan dampak psikis, salah satunya kecemasan, yang dapat menurunkan nafsu makan pasien kanker. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran frekuensi kemoterapi, tingkat kecemasan, tingkat asupan energi dan protein, serta menganalisis hubungan frekuensi kemoterapi dan tingkat kecemasan dengan tingkat asupan energi dan protein pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Onkologi Surabaya. Jenis penelitian ini ialah cross-sectional study dengan desain studi observasional analitik. Total sampel berjumlah 52 pasien yang diambil menggunakan metode accidental sampling. Instrumen yang dijadikan alat ukur yaitu kuisioner Generalized Anxiety Disorder 7 dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaires, serta menggunakan data sekunder yakni rekam medis. Penelitian ini menggunakan uji statistik uji Kendall Tau. Temuan penelitian menyatakan sebanyak 63,5% subjek menjalani kemoterapi dengan frekuensi yang tergolong rendah (≤4 siklus), 19,2 % subjek berada dalam kategori cemas (ringan dan sedang), 46,2% subjek memiliki tingkat asupan energi berlebih dan 36,5% subjek memiliki tingkat asupan protein berlebih. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan tingkat asupan energi (p=0,409). Tidak terdapat hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan tingkat asupan protein (p=0,840). Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat asupan energi (p=0,014, τ=0,255). Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat asupan protein (p=0,242).