Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ADVOKASI GERAKAN #NiUnaMenos DALAM PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT AMERIKA LATIN PADA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN Putri, Risna Auriel Eka
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 19(2), 2023
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v19i2.36555

Abstract

Abstract. Latin America has become one of the regions with high rates of gender-based violence in the world. As of 2021, there were 4,473 women experiencing violence in Latin American countries. The Ni Una Menos movement emerged from grassroots movements in Argentina to combat violence against women and advocate for women's rights. Through the stages of mass mobilization theory, the Ni Una Menos movement can be considered fairly successful in advocating for issues and influencing existing policies. In addition to large-scale protests, advocacy is also carried out through social media using the hashtag #NiUnaMenos, which is still used in discussions about women's rights prosecutions and discussions and advocacy regarding awareness of violence against women. This movement has also been able to compel governments in various countries to take action to reduce gender-based violence. The efforts to increase awareness through the Ni Una Menos movement may not have completely succeeded in reducing the incidence of violence against women in Latin America, but this massive and popular feminist movement has been able to spread advocacy and declare that violence against women must be eradicated. Abstrak. Amerika Latin menjadi salah satu kawasan dengan angka kekerasan berbasis gender yang tinggi di dunia. Hingga tahun 2021, terdapat 4.473 wanita mengalami kekerasan di negara-negara Amerika Latin. Gerakan Ni Una Menos hadir dari gerakan-gerakan akar rumput di Argentina untuk melawan kekerasan terhadap perempuan dan menyuarakan hak-hak perempuan. Melalui tahapan teori mass mobilization, gerakan Ni Una Menos dapat dikatakan sebagai gerakan yang cukup berhasil dalam mengadvokasi isu dan memengaruhi kebijakan yang ada. Selain melalui protes besar-besaran, advokasi juga dilakukan melalui media sosial melalui tagar #NiUnaMenos yang hingga saat ini masih digunakan dalam pembahasan penuntutan hak-hak perempuan serta diskusi dan advokasi mengenai kesadaran terhadap kekerasan terhadap perempuan. Gerakan ini juga telah mampu mendorong pemerintah di berbagai negara untuk mengambil tindakan untuk menekan angka kekerasan berbasis gender. Upaya peningkatan kesadaran melalui gerakan Ni Una Menos ini memang belum secara 100% mampu untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Amerika Latin, tetapi gerakan feminis yang masif dan cukup populer ini mampu menyebarkan advokasi dan menyerukan bahwa kekerasan terhadap perempuan harus dihapuskan.